Breaking News:

Kecelakaan Sriwijaya Air

SERING Dicari Saat Kecelakaan Pesawat, 7 Fakta Black Box yang Hanya Simpan 2 Jam Percakapan Kokpit

Black box atau kotak hitam menjadi benda yang paling dicari-cari ketika adanya kecelakaan pesawat. Simak 7 fakta black box yang jarang diketahui.

WartaKota/Alex Suban/Grafis TribunNetwork
Ilustrasi black box (kiri), infografis kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu (kanan). 

TRIBUNSTYLE.COM - Black box atau kotak hitam menjadi benda yang paling dicari-cari ketika adanya kecelakaan pesawat. Simak 7 fakta black box yang jarang diketahui banyak orang.

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 dilaporkan jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (9/1/2020).

Proses pencarian pun masih terus dilakukan hingga saat ini, termasuk kotak hitam atau black box pesawat.

Black box merupakan istilah populer dalam industri penerbangan yang merujuk pada kompenen perekam data elektronik.

Berikut beberapa hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang black box seperti dilansir ABC News, 26 Maret 2014:

Baca juga: NYARIS Tanpa Cela di Mata Warga, Terungkap Kebaikan Pilot Sriwijaya SJ 182, Ternyata Donatur Masjid

Baca juga: Sahabat Jadi Penumpang Sriwijaya Air, Ifan Seventeen Tetap Berharap Korban Selamat: Doakan Saja

Petugas memeriksa benda yang diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021).
Petugas memeriksa benda yang diduga serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang hilang kontak di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

1. Warna Black box bukan hitam

Alih-alih hitam, Black box memiliki warna oranye cerah mirip tomat.

Warna ini dikenal sebagai oranye internasional, warna yang digunakan untuk membedakan objek dari lingkungannya.

2. Black box terdiri dari dua bagian

Black box terdiri dari dua bagian terpisah, yakni perekam data penerbangan (FDR) dan perekam suara kokpit (CVR).

Kedua peralatan ini wajib ada di penerbangan komersial atau jet swasta.

FDR merekam hal-hal seperti kecepatan udara, ketinggian, percepatan vertikal, dan aliran bahan bakar.

Versi awal menggunakan string kawat untuk menyandikan data, tapi hari ini alat itu menggunakan papan memori solid-state.

Perekam solid-state di pesawat besar dapat melacak lebih dari 700 parameter.

Black box disimpan di bagian belakang pesawat, di mana tempat ini lebih aman dan lebih mungkin selamat dari kecelakaan.

3. Penemu Black Box orang Australia

Ayah Dr David Warren tewas dalam kecelakaan pesawat Selat Bass pada tahun 1934, ketika David baru berusia sembilan tahun.

Pada awal 1950-an, Dr Warren memiliki ide untuk membuat sebuah unit yang dapat merekam data penerbangan dan percakapan kokpit, untuk membantu para analis mengumpulkan peristiwa yang menyebabkan kecelakaan.

Dia menulis memo untuk Aeronautical Research Center di Melbourne yang berjudul "A Device for Assisting Investigation in Aircraft Accidents", dan pada tahun 1956 menghasilkan prototipe perekam penerbangan yang disebut "Unit Memori Penerbangan ARL".

Awalnya, penemuan Warren tidak mendapat banyak perhatian.

Hingga lima tahun kemudian, alat tersebut diproduksi di Inggris dan AS.

Namun, Australia adalah negara pertama yang mewajibkan teknologi tersebut.

4. Para ahli tidak menyebutnya black box

Istilah black box memang yang paling populer, tapi para ilmuwan tidak menyebutnya demikian.

Ada beberapa teori tentang asal-usul nama black box, mulai dari desain awal yang sangat gelap di bagian dalam, deskripsi jurnalis tentang "black box yang indah", hingga hangus saat terjadi kebakaran pasca-kecelakaan.

Para ahli menyebut black box sebagai perekam data penerbangan elektronik.

Peran mereka adalah untuk melacak secara rinci informasi dalam penerbangan, merekam semua data penerbangan seperti ketinggian, posisi dan kecepatan serta semua percakapan pilot.

Banyak maskapai penerbangan sipil memiliki banyak perangkat untuk menjalankan tugas-tugas ini sehingga informasi dapat dikumpulkan dengan lebih mudah jika terjadi kegagalan.

Dalam kebanyakan kasus, black box digunakan untuk membantu dalam mendiagnosis apa yang mungkin menjadi penyebab kecelakaan.

5. Hanya 2 jam percakapan kokpit yang disimpan

Perekam digital memiliki penyimpanan yang cukup untuk 25 jam data penerbangan, tetapi hanya dua jam dapat merekam suara di kokpit.

CVR melacak interaksi awak satu sama lain dan kontrol lalu lintas udara, tetapi juga kebisingan latar belakang yang dapat memberikan petunjuk penting bagi penyelidik.

Versi pita magnetik sebelumnya hanya dapat merekam 30 menit percakapan dan kebisingan kokpit.

6. Butuh waktu lama untuk menemukan black box

Black box dilengkapi dengan suar atau sinyal pencari lokasi bawah air yang mulai mengeluarkan denyut jika sensornya menyentuh air.

Black box masih dapat aktif hingga kedalaman lebih dari empat kilometer, dan dapat melakukan "ping" sekali dalam satu detik selama 30 hari sebelum baterainya habis.

Kasus pesawat Air France 447 yang jatuh di Samudra Atlantik pada 1 Juni 2009, tim penelusuran membutuhkan waktu dua tahun untuk menemukan black box pesawat.

Meski lama ditemukan, black box tersebut tetap dapat memberi informasi berharga tentang apa yang sebenarnya terjadi sebelum kecelakaan itu.

7. Black box hampir tidak bisa dihancurkan

FDR biasanya dibungkus ganda dengan titanium atau baja tahan karat, dan harus mampu menahan berbagai kondisi yang mengerikan.

Sebelum digunakan, black box harus lulus serangkaian uji ketahanan.

Mulai dari dapat menahan benturan dinding beton dengan kecepatan 750 kilometer per jam, beban statis 2,25 ton setidaknya selama lima menit, tahan saat dibakar api dengan suhu maksimum 1.100 derajat Celsius selama satu jam, dan tekanan air di kedalaman 6.000 meter. (Gloria Setyvani Putri/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Fakta Black Box, Komponen Penting Pesawat yang Jarang Orang Ketahui"

Baca juga: KESAKSIAN Penyelam Soal Kondisi Dasar Laut Saat Pencarian Sriwijaya Air SJ-182: Pesawat Hancur Total

Baca juga: Penyebab Sriwijaya Air Jatuh, Pengamat Sebut Pilot Tak Punya Pilihan: Waktu Tersisa Hanya 2 Menit

Sumber: Kompas.com
Tags:
update pencarian korban Sriwijaya Air terbarupenyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182black box Sriwijaya Air SJ 182
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved