Virus Corona

WHO Sebut Efek Remdesivir Sangat Kecil untuk Menekan Potensi Kematian akibat Covid-19

Studi WHO memaparkan, Remdesivir memiliki efek sangat kecil untuk mencegah kematian akibat Covid-19.

Shutterstock/felipe caparros
Remdesivir - Studi WHO memaparkan, Remdesivir memiliki efek sangat kecil untuk mencegah kematian akibat Covid-19. 

TRIBUNSTYLE.COM - Studi WHO memaparkan, Remdesivir memiliki efek sangat kecil untuk mencegah kematian akibat Covid-19.

Mengutip The Guardian, Remdesivir merupakan obat yang diproduksi oleh perusahaan bioteknologi AS, Gilead.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mempromoskan Remdesivir sebagai obat potensial unttuk Covid-19.

Sebuah uji coba di AS kemudian menunjukkan Remdesivir dapat mengurangi waktu pasien untuk tinggal di rumah sakit.

Tetapi, berdasar uji coba Solidaritas WHO, berdasar sampel dari 3.000 orang yang memakai Remdesivir, menunjukkan obat tersebut memiliki sedikit efek pada kematian selama 28 hari.

Baca juga: Ada 867 Ribu Kasus Covid-19 di Prancis, Simak UPDATE Corona Dunia Minggu 18 Oktober 2020

Baca juga: Thailand Gunakan Keju Swiss Cegah Penyebaran Covid-19, Ini Penjelasan Kementerian Kesehatan

Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. PT Kalbe Farma siap memasarkan produk remdesivir bernama Covifor.
Ilustrasi remdesivir yang digunakan sebagai obat Covid-19. PT Kalbe Farma siap memasarkan produk remdesivir bernama Covifor. (Tribun Palu)

10 hari sebelum publikasi, Gilead diberi tahu tentang hasilnya pada 23 September 2020 dan diberi draf pertama kajian pada 28 September 2020.

WHO mengatakan, perusahaan telah diberitahu hasilnya sebelumnya sebagai bagian dari kesepakatan untuk menyediakan obat secara gratis.

Pada 8 Oktober 2020, Gilead menandatangani kontrak untuk 500.000 dosis obat dengan komisi Eropa, yang tidak mengetahui hasilnya, dengan biaya € 850 juta (£ 733 juta).

"Kesepakatan untuk mengungkapkan hasil kepada perusahaan sebelum dipublikasikan dilakukan pada awal uji coba," kata Dr Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan di WHO.

"Ini adalah kesepakatan dengan itikad baik," katanya.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Dhimas Yanuar
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved