Benyamin Sueb Jadi Google Doodle Hari Ini, Begini Perjalanan Hidup Seniman Legendaris Betawi
Benyamin Sueb jadi Google Doodle hari ini, Selasa (22/9/2020), begini perjalanan hidup seniman legendaris Betawi.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: vega dhini lestari
Masa Kecil Benyamin
Sejak kecil, Benyamin sudah merasakan getirnya kehidupan.
Ia harus kehilangan bapaknya sejak umur dua tahun.
Karena kondisi ekonomi keluarga yang tak menentu, si kocak Ben sejak umur tiga tahun diijinkan ngamen keliling kampung.
Benyamin sering mengamen ke tetangga menyanyikan lagu Sunda Ujang-Ujang Nur sambil bergoyang badan.
Orang yang melihat aksinya menjadi tertawa lalu memberikannya recehan 5 sen dan sepotong kue sebagai imbalan.
Bakat Ben sudah terlihat sejak kecil , sifatnya yang jahil tapi humoris membuatnya disenangi teman-temannya.
Bakat seninya tak lepas dari pengaruh sang kakek, dua engkong Benyamin yaitu Saiti, peniup klarinet dan Haji Ung pemain Dulmuluk, sebuah teater rakyat.
Sewaktu kecil, bersama 7 kakak-kakaknya, Benyamin sempat membuat Orkes Kaleng.
Perjalanan Karier
Bersama teman-teman sekampung di Kemayoran, Benyamin membentuk Melodyan Boy, di mana ia bernyanyi sambil memainkan bongo.
Kesuksesan Benyamin di dunia musik dimulai saat ia bergabung dengan grup Orkes Gambang Kromong Naga Mustika.
Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia.
Tahun 1960, presiden pertama Indonesia, Soekarno, melarang diputarnya lagu-lagu asing di Indonesia.
Pelarangan tersebut ternyata tidak menghambat karier musik Benyamin, malahan kebalikannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/benyamin-sueb-jadi-google-doodle.jpg)