Breaking News:

Virus Corona

Epidemiolog: Isolasi Mandiri Tak Efektif Putus Penularan Covid-19, Sebaran Klaster Keluarga Tinggi

Sebaiknya, masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta meminimalisir kegiatan di luar rumah.

Tayang:
Editor: Dhimas Yanuar
Youtube/Sekretariat Presiden
Potret RS Darurat COVID-19 di Kemayoran, Jakarta 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNSTYLE.COM - Pakar pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pandu Riono menyoroti klaster keluarga yang kini memicu lonjakan kasus positif Covid-19.

Ia mempertanyakan efektifitas isolasi mandiri tanpa ada pengawasan yang ketat.

Hal itu Pandu ungkapkan sehubungan dengan kasus keluarga hakim Pengadilan Negeri Surabaya, di mana istrinya meninggal di Semarang setelah terpapar Covid-19, sementara empat anak mereka masih menjalani isolasi.

"Kini pola pandemi didominasi Klaster Rumah Tangga (RT) terjadi di seluruh wilayah. BISA Terjadi karena ADA PEMBIARAN oleh kebijakan ISOLASI MANDIRI. SUDAH diingatkan isolasi mandiri tak mungkin diterapkan untuk putus penularan," ujarnya dikutip melalui akun twitternya @drpriono1 Jumat (18/9/2020).

Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona
Ilustrasi virus corona, gejala virus corona, gejala Covid-19, pasien virus corona ((Shutterstock/Petovarga))

POPULER Maia Estianty Unggah Foto Lawas Tulis Tagar #CovidVictim, Berita Duka Datang dari Mey Chan

MINTA Tak Remehkan Covid, Pria Ini Pilu Keluarga Meninggal Satu Demi Satu, Ayah Ibu Selang 30 Menit

Lanjutnya, ia mengingatkan saat ini di Indonesia zona penularan Covid-19 makin tak terkendali.

Untuk itu ia meminta agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta meminimalisir kegiatan di luar rumah.

"Ayo tinggal di rumah saja, selama MASA PENGETATAN dalam PSBB di mana pun anda berada. Indonesia itu zona merah, artinya kita harus sangat WASPADA dan selalu pakai masker & 3M yg benar bila beraktivitas atau berinteraksi dg orang lain. Sesungguhnya, tak ada zona hijau di Indonesia," tulisnya lagi.

Sebelumnya, pada bulan Maret lalu Kementerian Kesehatan RI menerbitkan panduan melakukan isolasi mandiri yang dikutip dari website Kemenkes RI.

Berikut panduannya :

1. Selalu memakai masker kemanapun anda berada, walaupun di rumah sekalipun. Setelah itu, segera buang masker jika sudah selesai digunakan. Usahakan gunaan masker yang benar-benar aman bagi kesehatan dan selalu ganti masker setiap hari.

2. Tetaplah di rumah jika sedang sakit dan mengalami gejala demam, flu, ataupun batuk. Jangan pergi ke tempat-tempat umum untuk mencegah penularan virus ke masyarakat.

3. Jika anda ingin berkonsultasi terkait kondisi anda saat ini, hubungi tenaga medis melalui portal informasi online atau telemedicine. Ceritakan secara detail kondisi atau gejala yang anda rasakan, dan daerah mana saja yang pernah anda kunjungi.

4. Gunakan kamar yang terpisah dari anggota keluarga lain ketika di rumah. Usahakan melakukan berbagai pekerjaan anda di rumah. selain itu, selalu jaga jarak sejauh 1 meter dari anggota keluarga lain.

5. Lakukan pengecekan suhu badan harian. Selalu pantau juga kondisi batuk dan sesak nafas yang kira-kira anda alami. Jangan gunakan peralatan yang sama dengan anggota keluarga lain.

6. Selalu terapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), konsumsi makanan bergizi, dan selalu rutin cuci tangan menggunakan sabun melalui 6 langkah selama 20 detik.

7. Jaga kebersihan interior rumah dengan cairan disinfektan. Selain itu, berjemurlah di bawah sinar matahari selama kurang lebih 15 hingga 30 menit setiap harinya.

8. Hubungi segera tindakan medis untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut jika sakit semakin parah.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan 20 persen dari total populasi penduduk Indonesia akan memperoleh akses vaksin Covid-19.

Hal tersebut dikarenakan Indonesia telah masuk dalam kategori Advance Market Commitment (AMC) dari Gavi Covax Facility

“Saya sampaikan bahwa sebagai hasil dari komunikasi intensif kita, baik yang dilakukan tim Jakarta, maupun tim PTRI Jenewa dan KBRI Oslo, Indonesia telah masuk dalam kategori Advance Market Commitment (AMC) dari Gavi Covax Facility, yang berarti Indonesia akan memperoleh akses vaksin sebesar 20 persen dari populasi kita,” kata Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Indonesia juga akan memperoleh keringanan finansial melalui mekanisme ODA (Official Development Assistance) maupun co-financing.

Retno mengatakan dengan mekanisme pendanaan tersebut akan berpengaruh terhadap harga vaksin.

“Diharapkan harga vaksin melalui track multilateral ini akan lebih murah dibanding mekanisme lainnya,” kata Retno.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperkirakan vaksin melalui jalur kerjasama multilateral ini baru akan tersedia pada 2021.

Unggah Video saat Jalani Tes Swab Covid-19, Melly Goeslaw Akui Tak Seseram yang Dibayangkan

Negatif, Okky Lukman Unggah Hasil Tes Swab, Tepis Hoax di Grup WA Sebut Dirinya Positif Covid-19

Calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020).
Calon vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020). (AFP/NOEL CELIS)

Pihaknya akan terus mengawal proses kerja sama tersebut.

Indonesia juga baru saja melakukan penandatanganan MoU antara Kementerian Kesehatan dan UNICEF Indonesia mengenai pengadaan dan mekanisme delivery vaksin dari GAVI Covax Facility, Rabu (16/9/2020).

Menlu mengatakan MoU tersebut sangat penting untuk persiapan proses pengadaan dan mekanisme delivery vaksin.

“Sekali lagi, melalui jalur kerja sama multilateral,” katra Menlu.

Dengan adanya MoU ini diharapkan tidak akan terjadi delay dalam hal pengiriman kepada masyarakat jika vaksin sudah tersedia.

“Melalui pendekatan jangka pendek untuk memperoleh akses vaksin yang aman dengan harga terjangkau. Indonesia terus memperkuat kerjasama melalui track bilateral dan track multilateral," katanya.

Menlu meyakinkan pendekatan jangka pendek dilakukan sambil terus memperkuat upaya jangka panjang Indonesia dalam mengupayakan kemandirian vaksin, yaitu melalui pengembangan vaksin merah putih. 

Seorang relawan mendadak positif Covid-19 belum lama setelah disuntik vaksin virus corona. Terungkap begini kronologinya.

Menyediakan diri untuk disuntik vaksin Covid-19, seorang relawan justru dinyatakan positif virus corona.

Kronologi relawan terkena Covid-19 padahal sudah disuntik vaksin ini pun terungkap.

Tim uji klinis vaksin Covid-19 dari Sinovac, China pun menjelaskan kronologi tertularnya relawan tersebut.

“Relawan tersebut setelah mendapatkan suntikan (tidak diketahui vaksin atau plasebo) pertama, bepergian ke luar kota,” ujar Ketua Tim Riset Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Unpad, Prof Kusnandi Rusmil dalam rilisnya, Kamis (10/9/2020).

Kasus Covid-19 Semakin Meningkat, Uut Permatasari Dukung PSBB Lagi di Jakarta: Demi Kesehatan Kita

Pulse Oximeter Disebut Bisa Bantu Deteksi Covid-19, Perlukah Memilikinya di Rumah? Ini Penjelasannya

Ilustrasi vaksin covid-19.
Ilustrasi vaksin covid-19. (Kolase TribunStyle (freepik))

Kusnandi menjelaskan, pada kunjungan suntikan kedua, relawan secara klinis dinyatakan sehat dan diberikan suntikan kedua.

Keesokan harinya, relawan menjalani program pemeriksaan swab nasofaring dari Dinas Kesehatan karena ada riwayat ke luar kota.

Oleh petugas dilakukan pengambilan bahan dari apus hidung dan kemudian dikirimkan ke laboratorium BSL2 dengan hasil positif.

Hasil ini disampaikan pada yang bersangkutan.

Orang tersebut kini menjalani isolasi mandiri dan dipantau secara ketat setiap hari.

Selama 9 hari pemantauan, kondisi relawan dalam keadaan baik.

POPULER Kelakuan Bejat Sopir Ambulans Perkosa Pasien Covid-19, Berawal dari Berputar-putar 18 KM

“Jadi, hasil pemeriksaan apus hidung positif bukan berasal dari tim penelitian tapi hasil dari program pemeriksaan swab nasofaring oleh pemerintah,” ucap dia.

Kusnandi mengingatkan, dalam uji klinis terdapat dua kelompok, yakni yang mendapat plasebo dan vaksin.

Uji klinis ini dilakukan dengan prinsip observer blind atau tersamar, sehingga tidak diketahui mana yang dapat plasebo dan mana yang mendapat vaksin.

“Karenanya, semua relawan diimbau wajib menerapkan protokol pencegahan yang sudah dianjurkan pemerintah,” ucap dia.

Pada relawan yang mendapat vaksin, kekebalan diharapkan muncul paling cepat dua minggu pasca-suntikan kedua.

Sukarelawan uji klinik pun masih akan dipantau kesehatannya selama 6 bulan setelah mendapat suntikan vaksin terakhir.

Sempat Takut Rasakan Ngantuk Berat Seusai Disuntik Vaksin Covid-19, Relawan: Ternyata Enak ke Badan

Sementara itu Fadly Barjadi Kusuma, seorang driver ojol yang menjadi relawan vaksin Covid-19 mengaku tidak mengeluhkan sakit apapun.

Bahkan, setelah bangun tidur justru yang dia rasakan badan terasa lebih enak dan nafsu makan meningkat.

"Pas pertama (disuntikan) ngantuk banget, saya kira saya jarang tidur, tapi ngantuknya enggak bisa ditahan.

Pas bangun, enak ke badan dan nafsu makan tinggi," ujar Fadly saat dihubungi, Jumat (14/8/2020).

 PULANG Liburan dari Solo Berujung Petaka, Suami Meninggal karena Covid-19, Istri Kini Positif Corona

 UPDATE Virus Corona Nasional Sabtu 15 Agustus 2020: 135.123 Kasus, Jawa Timur 26.979 Kasus

Fadly Barjadi Kusuma driver ojol yang ikut jadi relawan disuntik vaksin Covid-19.
Fadly Barjadi Kusuma driver ojol yang ikut jadi relawan disuntik vaksin Covid-19. (TribunJabar/Mega Nugraha)

Meski demikian, ia mengaku setelah disuntikkan vaksin itu suhu badannya sempat naik.

Hanya saja masih dalam tahap wajar dan berangsur hilang.

"Bukan demam sih, tapi agak panas badan.

Tapi wajar, saya juga lihat kartu catatan harian kan ada tingkatannya.

Kalau bahaya itu suhu badan di atas 39 derajat," kata dia.

Sementara itu, Ketua Tim Riset Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Kusnandi Rusmil saat dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini sudah ada 21 relawan yang sudah disuntik calon vaksin Covid-19.

Dari hasil evaluasinya sementara, para relawan yang telah disuntikkan tersebut mengalami reaksi ringan, seperti peningkatan suhu tubuh dan nyeri atau bengkak di bekas suntikan.

 ALHAMDULILLAH! Corona Makin Lemah, Mati Tanpa Vaksin, Proffesor Mateo: Dulu Harimau Sekarang Kucing

Namun demikian persentasenya cukup kecil.

Yaitu bengkak di bekas suntikan 1-2 persen dan peningkatan suhu tubuh kemungkinan di angka 15 persen.

“Ada beberapa reaksi yang bisa timbul setelah disuntik vaksin,” ujar Ketua Tim Riset Uji Klinis Fase 3 Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof Kusnandi Rusmil saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Bila ditemukan kasus peningkatan suhu tubuh, lanjut dia, penanganan yang dilakukan hampir sama dengan anak bayi yang baru imunisasi.

Yaitu diberikan parasetamol atau obat penurun panas.

Selama menjalani uji calon vaksin itu, menurutnya setiap relawan akan dipantau kesehatannya selama enam bulan.

5 Jam Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Driver Ojol Ini Langsung Rasakan Efek Samping: Enggak Biasa

Sebelumnya Fadly Barjadi Kusuma mengaku dirinya merasakan ngantuk berat setelah disuntik vaksin Covid-19.

Lima jam setelah disuntik vaksin Covid-19 rupanya Fadly Barjadi Kusuma yang seorang driver ojol ini langsung merasakan efek samping.

Pria berusia 32 tahun ini mengaku merasakan sesuatu yang tak biasa dalam tubuhnya setelah disuntik vaksin Covid-19.

Secara umum sih Alhamdulillah enggak ada," ujar Fadly Barjadi Kusuma saat dihubungi pada Rabu (12/8/2020).

Efek samping vaksin disebutkan Fadly seperti bengkak di bekas penyuntikan hingga peningkatan suhu tubuh skala ringan, sedang dan berat mencapai lebih dari 39 derajat celcius.

 POPULER Pemakaman Walikota Banjarbaru Nadjmi Andani Wafat karena Covid-19, Banjir Air Mata

 Suami Tugas di Rumah Sakit Rujukan Covid-19, Isyana Sarasvati Mengaku Khawatir: Ya Pasti Cemas

"Efek samping itu Alhamdulillah enggak ada juga setelah 24 jam," ujar Fadly, yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online (Ojol) di Kota Bandung itu.

Hanya saja, ia mengakui setelah disuntik vaksin, beberapa jam setelahnya, ia merasakan kantuk yang hebat. Ia tidak tahu kantuk itu efek vaksin atau bukan.

"Cuma sorenya, kemarin, lima jam setelah penyuntikan, saya merasa ngantuk sekali, ngantuknya enggak biasa.

Saya tidurin, pulas. Bangun-bangun tadi pagi dibangunin istri.

Enggak tahu apakah efek samping atau bukan," ucap dia.

Meski begitu, ia mengaku merasa lebih segar dan sudah kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

"Sekarang sudah biasa bekerja, kembali beraktivitas seperti biasa," ucap Fadly.

Fadly yang seorang driver ojol ini, istrinya juga turut daftar jadi relawan ujicoba vaksin.

Namun, istrinya belum mendapat panggilan untuk disuntik.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul  Relawan yang Disuntik Vaksin Buatan China Terpapar Covid-19Pengakuan Relawan Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Badan Terasa Enak dan Nafsu Makan Tinggi,

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
virus coronaCovid-19isolasi mandiri
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved