5 Manfaat Eucalyptus Bagi Kesehatan, Tanaman yang Diklaim Kementan sebagai Antivirus Corona
Eucalyptus dikembangkan Kementan jadi bahan antivirus corona karena dinilai mampu menangkalnya. Ternyata ini sederet manfaat lainnya bagi kesehatan.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: vega dhini lestari
TRIBUNSTYLE.COM - Eucalyptus dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) jadi bahan antivirus corona karena dinilai mampu menangkalnya. Ternyata ini sederet manfaat bahan herbal tersebut bagi kesehatan.
Diberitakan sebelumnya, Kementan berencana untuk membuat antivirus corona yang dibuat dari bahan eucalyptus pada Agustus 2020 dalam beberapa produk.
Antivirus tersebut berbentuk kalung aromaterapi, balsem, roll on, serta diffuser.
Ternyata, produk yang dibuat dari eucalyptus sudah digunakan banyak orang sejak lama, tak terkecuali masyarakat di Indonesia.
Pada umumnya, orang-orang lebih mengenalnya dengan minyak kayu putih.
Dilansir dari medicalnewstoday, eucalyptus adalah pohon cemara yang tumbuh di Australia.
• Produk Eucalyptus Ternyata Sudah Umum di Masyarakat, Apa Bedanya dengan yang Diproduksi Kementan?
• Sherina Munaf Ragukan Kalung Eucalyptus Kementan, Covid-19 Itu Virus, Bukan Nyamuk
Namun, sekarang telah banyak tumbuh di berbagai negara di seluruh dunia.
Pohon ini sebagai bahan dalam banyak produk, digunakan untuk mengurangi gejala batuk dan pilek.
Selain itu, dalam bentuk krim dan salep dipakai untuk menghilangkan rasa sakit otot dan sendi.
Minyak yang berasal dari pohon ini biasanya digunakan sebagai antiseptik, parfum, bahan dalam kosmetik, penyedap, hingga pelarut industri.
Manfaat Minyak Eucalyptus
Dilansir dari Healthline, berikut ini 5 manfaat minyak atau obat yang mengandung eucalyptus.
1. Meredakan Batuk
Selama bertahun-tahun, minyak eucalyptus digunakan untuk meredakan batuk.
Sama seperti minyak kayu putih, minyak dari pohon eucalyptus juga sering digunakan sebagai bahan obat untuk meredakan batuk, pilek, atau flu.
2. Melegakan Pernapasan
Kondisi pernafasan tertentu seperti asma atau sinusitis dapat diredakan dengan menghirup uap dari minyak eucalyptus.
Minyak ini akan bereaksi terhadap membran mukus, tak hanya mengurangi lendir tetapi juga membantu melegakannya hingga lendir bisa keluar saat batuk.
3. Menjauhkan dari Serangga
Minyak eucalyptus juga bisa menghindarkan diri dari serangga.
Seperti diketahui, nyamuk dan serangga menggigit lainnya bisa saja membawa penyakit yang dapat membahayakan kesehatan.
Menghindari gigitan mereka adalah pertahanan terbaik.
4. Mencegah Infeksi Luka
Suku Aborigin di Australia menggunakan daun eucalyptus untuk merawat luka dan mencegah infeksi.
Minyak eucalyptus bisa dioleskan pada kulit untuk melawan inflamasi dan mempercepat penyembuhan luka.
Ada beberapa krim atau salep yang mengandung minyak eucalyptus.
Produk tersebut bisa digunakan untuk luka bakar kecil atau luka lain yang bisa dirawat di rumah.
5. Penghilang Nyeri
Penelitian menunjukkan minyak eucalyptus bisa meredakan nyeri persendian.
Banyak produk krim dan salep pereda sakit untuk osteoarthritis (radang sendi) dan rematik yang mengandung minyak eucalyptus.
Minyak ini juga dipercaya bermanfaat bagi penderita sakit punggung atau mereka yang sedang dalam masa pemulihan pasca-cedera otot atau sendi.
Beda Produk Eucalyptus Buatan Kementan dengan yang Ada di Pasaran
Meski produk eucalyptus sudah umum di kalangan masayarakat, tentu tetap ada perbedaan dengan produk buatan Balitbangtan Kementan.
Dikutip dari Kompas.com, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan, Fadjry Jufry, menyatakan, kayu putih hanya satu dari sekitar 900 jenis tanaman eucalyptus yang ada di dunia.
Kementan sendiri telah membudidayakan beragam tanaman eucalyptus di Indonesia.
"Jadi sejak ada pandemi atau Maret 2020 kami lakukan riset, dari sekian banyak (tanaman) yang kami uji, dapatlah ekstrak eucalyptus (yang cocok untuk virus corona)," kata Fadjry dalam konferensi pers di Kantor Balai Besar Penelitian Veteriner Kementan, Bogor, Senin (6/7/2020).
Menurutnya, letak perbedaan eucalyptus yang dihasilkan Kementan dengan yang ada di pasaran adalah formulanya.
Tidak hanya dari eucalyptus saja, Balitbangtan mengklaim bahwa produknya menganding formula kombinasi dari beberapa bahan aktif.
Ia menegaskan bahwa produk eucalyptus buatan Kementan berbeda dengan minyak berbahan kayu putih yang beredar di pasaran.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
BACA JUGA
• Soroti Kalung Antivirus Corona yang Akan Diproduksi Massal Kementan, Tompi: Ini Apa-apaan Sih?
• Dilakukan Bertahap, Peneliti Oxford Sedang Uji Vaksin Covid-19 Buatannya Kepada 10.000 Sukarelawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-minyak-eucalyptus.jpg)