Breaking News:

Twitter Nonaktifkan Video Kampanye Trump Terkait Pesan Simpati Kepada George Floyd, Ini Alasannya

Twitter menonaktifkan unggahan video kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait pesan simpati terhadap George Floyd, terungkap alas

Tayang:
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Kolase TribunStyle (AFP, Twitter)
Perseteruan Donald Trump dan Twitter. 

TRIBUNSTYLE.COM - Twitter menonaktifkan unggahan video kampanye Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait pesan simpati terhadap George Floyd, terungkap alasannya.

Video berdurasi 3 menit 41 detik itu berisi kumpulan foto dan cuplikan video aksi unjuk rasa dengan suara Trump yang berbicara.

Pengunggahnya adalah akun Twitter kampanye pemilihan kembali Trump, @TeamTrump.

Berdasarkan penelusuran TribunStyle.com, video itu diunggah di Twitter pada Kamis (4/6/2020).

Pemblokiran video tersebut terjadi setelah adanya laporan atas klaim hak cipta.

"Sesuai kebijakan hak cipta kami, kami menanggapi keluhan hak cipta yang valid yang dikirimkan kepada kami oleh pemilik hak cipta atau perwakilan resmi mereka," kata Twitter dikutip dari Star Tribune.

Donald Trump Akan Melabeli Kelompok Antifa Sebagai Teroris, Apa Itu Kelompok Antifa?

Viral Pengunjuk Rasa George Floyd Tunaikan Sholat di Tengah Aksi, Demonstran Nonmuslim Melindungi

Kendati demikian, tidak disebutkan siapa yang mengajukan keluhan.

Video itu pun masih ada di saluran YouTube Presiden Donald Trump, diunggah sejak Rabu (3/6/2020).

Hingga artikel ini dibuat, video dengan judul "Healing, Not Hatred" itu telah ditonton sebanyak 398.774 kali, dan mendapatkan 24 ribu like.

Baru-baru ini Twitter telah memberikan peringatan cek fakta pada dua kicauan akun Trump yang menyebut pemungutan surat suara "curang".

Hal itu karena postingan tersebut dianggap berpotensi menyesatkan.

Pada bagian bawah cuitan, sekarang ada tautan bertuliskan "Dapatkan fakta tentang surat suara masuk" yang memandu pengguna ke halaman "momen" Twitter dengan cek fakta dan berita tentang klaim Trump yang tidak berdasar.

Itu juga menurunkan dan memberi peringatan yang lebih kuat pada tweet Trump ketiga tentang protes Minneapolis yang menyatakan, sebagian, bahwa "ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai."

Twitter mengatakan bahwa cuitan itu melanggar aturan platform dengan mengagungkan kekerasan.

Sementara itu, Trump merespons dengan mengancam akan membalas terhadap perusahaan media sosial tersebut.

Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. (thestar.com)
Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Tags:
TrumpTwitterGeorge Floyd
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved