Gejala dan Ciri-Ciri Penyakit Virus Ebola, Wabah Lama yang Muncul Kembali di Kongo
Inilah gejala dan ciri-ciri penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola, mewabah lagi setelah sekian lama di Kongo.
Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: Suli Hanna
TRIBUNSTYLE.COM - Inilah gejala dan ciri-ciri penyakit yang disebabkan oleh virus Ebola, muncul lagi setelah sekian lama di Kongo.
Di saat dunia masih direpotkan dengan pandemi Covid-19, kini muncul kasus beberapa orang terjangkit virus Ebola.
Dikutip dari laman resmi WHO, Pemerintah Republik Demokratik Kongo mengumumkan bahwa wabah baru penyakit virus Ebola terjadi di zona kesehatan Wangata, Mbandaka, di provinsi Équateur pada Senin (1/6/2020).
Pengumuman itu datang sebagai wabah Ebola yang panjang, sulit, dan kompleks di Republik Demokratik Kongo timur dalam fase terakhir, sementara negara itu juga memerangi Covid-19 dan wabah campak terbesar di dunia.
Apa itu virus Ebola serta bagaimana gejala dan ciri-ciri penyakitnya?
Dikutip dari Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit AS (CDC) melalui Tribunnews.com, virus Ebola menyebabkan penyakit mematikan yang pernah terjadi di Afrika.
• Dunia Masih Repot dengan Pandemi Corona, Kini Muncul Wabah Virus Ebola di Kongo, Apa Gejalanya?
• 13 POTRET Alat Pelindung Diri Tim Medis 100 Tahun Lalu, Padahal Penyakit Pasien Amat Berbahaya
Virus Ebola pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di dekat Sungai Ebola, tempat yang kini menjadi wilayah Republik Demokratik Kongo.
Sejak saat itu, virus menginfeksi orang dari waktu ke waktu dan kemudian menyebabkan wabah di sejumlah negara di Afrika.
Para ilmuwan belum mengetahui dari mana virus ini berasal.
Namun, berdasarkan sifat dari virus yang serupa, mereka percaya virus itu ditularkan dari hewan, dengan kelelawar atau primata seperti simpanse, kera, monyet.
Virus Ebola disebarkan melalui kontak langsung darah atau cairan tubuh pengidap seperti urine, tinja, air liur, serta air mani, dengan hidung, mata, mulut, atau luka terbuka pada orang sehat.
Gejala Penyakit yang Disebabkan Virus Ebola
Gejala yang ditimbulkan virus Ebola umumnya dirasakan pengidap dalam 5-10 hari setelah terinfeksi.
Beberapa gejalanya antara lain:
- Demam
- Nyeri kepala yang berat
- Menggigil
- Lemah
- Mual dan muntah
- Diare yang dapat disertai darah
- Mata merah
- Ruam pada kulit
- Nyeri dada
- Batuk
- Penurunan berat badan
- Perdarahan dari mata, telinga, hidung, dan anus
Ebola atau disebut juga Ebola Virus Disease (EVD) adalah penyakit yang jarang namun parah dan seringkali mematikan.
Pemulihan dari EVD tergantung pada perawatan klinis suportif yang baik dan respons imun pasien.
Studi menunjukkan bahwa orang yang selamat dari infeksi virus Ebola memiliki antibodi (protein yang dibuat oleh sistem kekebalan yang mengidentifikasi dan menetralkan virus yang menyerang) yang dapat dideteksi dalam darah hingga 10 tahun setelah pemulihan.
Korban diperkirakan memiliki kekebalan terhadap jenis Ebola yang membuat mereka sakit.
Terdapat Enam Kasus Baru Ebola di Kongo
WHO mengumumkan bahwa enam kasus Ebola hingga awal Juni 2020 ini telah terdeteksi di Wangata.
Informasi awal itu didapat dari Kementerian Kesehatan setempat.
Dari kasus tersebut, empat orang telah meninggal dan dua orang masih dalam perawatan.
Sementara tiga dari enam kasus itu telah dikonfirmasi dengan uji laboratorium.
Kemungkinan lebih banyak orang akan diidentifikasi dengan penyakit ini karena kegiatan pengawasan meningkat.
"Ini adalah pengingat bahwa Covid-19 bukan satu-satunya ancaman kesehatan yang dihadapi orang," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
“Meskipun banyak perhatian kita tertuju pada pandemi, WHO terus memantau dan menanggapi banyak keadaan darurat kesehatan lainnya,” imbuhnya.
Ini merupakan wabah ke-11 di Republik Demokratik Kongo sejak virus Ebola pertama kali ditemukan di negara itu.
"Ini terjadi pada saat yang penuh tantangan, tetapi WHO telah bekerja selama dua tahun terakhir dengan otoritas kesehatan, CDC Afrika dan mitra lainnya untuk memperkuat kapasitas nasional untuk menanggapi wabah," kata Dr. Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika.
Wabah Ebola ke-10 Republik Demokratik Kongo, di provinsi Kivu Utara, Kivu Selatan, dan Ituri, sedang dalam tahap akhir.
Pada 14 Mei 2020, Departemen Kesehatan memulai penghitungan 42 hari untuk deklarasi akhir wabah itu.
Wabah baru Ebola diperkirakan terjadi di Republik Demokratik Kongo mengingat keberadaan virus berada di reservoir hewan di banyak bagian negara itu.
(TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)
• KABAR BAIK China Siap Produksi Vaksin Virus Corona Covid-19 Akhir Tahun Ini, Hampir 100% Efektif?
• FAKTA BARU Cegah Corona, Pakai Masker & Jaga Jarak Lebih Manjur Dibanding Cuci Tangan, Ini Buktinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-ebola.jpg)