Breaking News:

Berita Terpopuler

POPULER Ini Bedanya Batuk Pertanda Kena Corona dan Batuk Gejala Flu Biasa, Jangan Paranoid!

Batuk menjadi salah satu gejala dari virus corona atau Covid-19 yang paling ringan.

Tayang:
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Amirul Muttaqin
gdnonline.com
Ilustrasi 

TRIBUNSTYLE.COM - Batuk menjadi salah satu gejala dari virus corona atau Covid-19 yang paling ringan.

Namun lantas jangan paranoid melihat orang batuk lalu curiga dia terinfeksi corona.

Begini cara membedakan batuk pertanda kena virus corona dan batuk karena flu biasa. 

Sejak virus corona menjadi pandemi dan menyebar di seluruh dunia, batuk menjadi salah satu gejalan umum yang terjadi pada pasien Covid-19.

Meski tergolong ringan, batuk sebenarnya tidak boleh disepelekan.

Sudah lama, dokter dan perawat menemukan bahwa batuk juga menjadi salah satu gejala awal munculnya penyakit kronis.

Berbagai jenis batuk telah digunakan sebagai cara untuk mendiagnosis penyakit tertentu.

Selama ini, batuk dianggap sebagai gejala ringan yang tidak menimbulkan masalah yang serius.

 MENGGIGIL, Batuk Kering, Mata Merah, Hidung Tersumbat, Waspada 10 Tanda Kena Corona, Wajib Isolasi!

 Sering Diabaikan, Ternyata Ini 5 Gejala Virus Corona Ringan, Termasuk Kriteria Batuk yang Tak Biasa

Ilustrasi
Ilustrasi (remainhealthy.net)

Akan tetapi, batuk bisa disebut berbahaya apabila terjadi dalam waktu yang lama tanpa menunjukkan tanda kesembuhan.

Selain itu, yang perlu diwaspadai ketika terjadi batuk adalah gejala lain yang menyertai seperti demam, kepala pusing, keluar dahak dan tubuh lelah.

Jika mengalami gejala tersebut maka cara terbaik yang harus dilakukan adalah menemui dokter untuk mengetahui pasti penyebab batuk dan mendapatkan perawatan medis yang tepat.

Dokter biasanya akan mendiagnosis penyakit dengan mengajukan pertanyaan tentang keluhan batuk, seperti berapa lama gejalanya terjadi dan gejala lainnya yang menyertai batuk.

Jenis batuk yang menjadi gejala Covid-19

Ilustrasi
Ilustrasi ()

Covid-19 diketahui bisa memunculkan gejala ringan seperti batuk.

Dilansir dari Science Alert, jenis batuk yang menjadi gejala awal Covid-19 adalah batuk kering yang terjadi lama dan menimbulkan sesak napas.

Batuk kering biasanya tidak disertai dengan dahak karena disebabkan oleh iritasi.

Iritasi tersebut bisa timbul dari infeksi yang terjadi di hidung dan tenggorokan, sehingga menyebabkan peradangan yang akan merangsang refleks batuk.

Bila peradangan yang terjadi cukup berat, maka refleks batuk akan sulit untuk ditahan.

Selain batuk kering, Covid-19 juga memiliki gejala lain yang menyertainya, seperti demam dan kelelahan.

Biasanya, gejala ini akan tiimbul bersamaan dengan batuk kering yang dialami.

Selain itu, Covid-19 juga memiliki gejala ringan yang menyerupai Flu dan Pilek.

Gejala batuk pada pasien Covid-19 memang paling banyak terjadi.

Bahkan, hampir setengan dari pasien yang terinfeksi Covid-19 mengalami gejala batuk ringan.

Hal tersebut terjadi karena Covid-19 akan mengiritasi jaringan paru-paru, sehingga bisa menyebabkan batuk dan sesak napas.

Jaringan paru-paru kemudian dipenuhi oleh cairan yang menjadi pertanda bahwa Covid-19 mulai berkembang dan menyebabkan penderitanya akan kesulitan bernapas.

Berbagai kasus ditemukan pada penderita pneumonia yang awalnya hanya menderita batuk kering yang lama-lama akan menjadi parah dan sesak napas.

Ketika infeksi makin berlanjut dan meluas, kantung udara paru-paru atau alveoli akan terisi oleh sekresi peradangan yang bisa membentuk cairan di jaringan paru-paru dan darah.

Pada saat itulah seseorang kemudian mengalami batuk berdahak, bahkan dahaknya bisa bercampur dengan darah.

Batuk rejan

Ilustrasi
Ilustrasi (gdnonline.com)

Batuk rejan biasa disebut dengan pertusis, dimana batuk ini disebabkan oleh infeksi bakteri pada saluran pernapasan dan paru-paru.

Batuk rejan sangat mudah menular dan mengancam orang yang berisiko seperti bayi dan anak-anak.

Jenis batuk ini biasanya terjadi tanpa henti dan diawali dengan bunyi tarikan napsa panjang yang terdengar melengking.

Yang harus diperhatikan adalah bila batuk terjadi secara berkepanjangan dan parah, maka gejala tersebut tidak bisa dikatakan sebagai gejala ringan.

Lebih baik, amati jenis batuk yang terjadi dan lamanya batuk tersebut terjadi dan temui dokter untuk mendapatkan diagnosa medis yang tepat.

Terlebih, di tengah mewabahnya virus corona ini dimana batuk menjadi salah satu gejala paling ringan dari Covid-19.

(TribunStyle.com/Anggie)

 Selain Demam dan Batuk, Muncul Gejala Baru Virus Corona, Mendadak Tak Bisa Mencium Bau

 4 Hari Isolasi Diri, Hotman Paris Parno Langsung Panaskan Makanan yang Dibeli: Takut Pedagang Batuk

Ilustrasi
Ilustrasi (drkhoury.com)

Selain Demam dan Batuk, Muncul Gejala Baru Virus Corona, Mendadak Tak Bisa Mencium Bau

Diberitakan sebelumnya, muncul temuan baru untuk menandai gejala virus corona, yakni tidak bisa mencium bau.

Gejala ini termasuk tak kasatmata atau hanya penderita yang bisa merasakannya.

Dalam kondisi tak bisa cium bau ini, biasanya tidak diikuti dengan gejala umum COVID-19, seperti demam dan batuk.

Studi ini diungkap oleh ahli rinologi terkemuka di Inggris.

Sepertiga pasien positif COVID-19 di Korsel, China, dan Italia mengaku penciumannya terganggu atau hilang.

Dilansir dari Kompas.com, menurut ahli THT di Inggris, kondisi tersebut dikenal dengan nama anosmia atau hiposmia.

 3 Jenis Jahe dan Perbedaannya, Perhatikan Karakternya dari Rasa, Warna hingga Ukuran

 Nekat Buka Plastik, Mandikan & Kuburkan PDP Corona Tanpa APD, Begini Nasib Keluarga yang Kontak

Coronavirus.
Coronavirus. (Freepik)

"Di Korea Selatan, di mana pengujian dilakukan sangat luas, 30 persen pasien yang dites positif Covid-19 memiliki anosmia (hilangnya kemampuan penciuman)," kata President of the British Rhinological Society Professor, Clare Hopkins, dan President of the British Association of Otorhinolaryngology, Professor Nirmal Kumar.

Dilansir dari Business Insider melalui Kompas.com, Senin (23/3/2020), para profesor mengatakan bahwa banyak pasien di seluruh dunia yang positif Covid-19 terinfeksi tanpa gejala demam tinggi atau batuk. Sebagai gantinya, mereka sulit mencium bau dan mengecap rasa.

"Ada sejumlah laporan yang berkembang pesat tentang peningkatan signifikan dalam jumlah pasien Covid-19 yang hanya mengalami anosmia tanpa adanya gejala lain," ungkap peneliti dalam sebuah keterangan.

"Iran telah melaporkan peningkatan signifikan dalam kasus anosmia. Selain itu, banyak pasien dari AS, Perancis, dan Italia Utara yang juga memiliki pengalaman sama," tambahnya.

Indra penciuman hidung - indra perasa lidah.
Indra penciuman hidung - indra perasa lidah. (Kolase TribunStyle (Harvard.edu / Irish Times))

Gejala Baru Biasanya Dialami Usia Muda

Gejala yang minim bahkan tak kasatmata itu membuat pasien yang mungkin positif tidak memeriksakan diri dan tidak mengarantina diri.

Jika hal ini terjadi, pasien Covid-19 yang tanpa gejala justru berkontribusi besar terhadap penyebaran penyakit.

Dilansir dari Sky News melalui Kompas.com, pasien yang menunjukkan gejala tak dapat mencium bau atau mengecap rasa justru mereka yang berusia muda.

Pasien muda tersebut tidak menunjukkan gejala umum COVID-19, seperti demam tinggi dan batuk yang terus menerus.

"Pada pasien muda, mereka tidak memiliki gejala yang signifikan seperti batuk dan demam. Namun, mereka mungkin kehilangan indera penciuman dan pengecapan, yang menunjukkan bahwa virus ini tinggal di hidung," kata Nirmal Kumar.

Lebih lanjut, para profesor menyerukan kepada siapa saja yang memiliki gejala kehilangan indera penciuman dan pengecap rasa untuk mengisolasi diri sebagai upaya mencegah penyebaran corona.

Ilustrasi tim medis virus corona (kiri) dan orang batuk (kanan)
Ilustrasi tim medis virus corona (kiri) dan orang batuk (kanan) (Kolase TribunStyle (Freepik))

Pebasket NBA juga Alami Gejala Tak Bisa Cium Bau

Gejala tak bisa mencium bau juga dialami pebasket NBA yang positif corona, Rudy Gobert.

Beberapa hari terakhir, ia mengaku tidak bisa mencium bau.

Hal itu disampaikannya lewat Twitter yang diunggah Senin (23/3/2020).

Melalui twitnya, Gobert mengungkapkan kondisi dirinya saat jalani isolasi.

"Sekadar ingin memberi tahu kabar terbaru, kehilangan kemampuan penciuman dan pengecap rasa jelas merupakan salah satu gejala (virus corona),

Saya tidak bisa mencium bau apa pun selama empat hari terakhir.

Adakah yang mengalami hal serupa?" tulis Gobert di Twitter. (TribunStyle.com/Gigih Panggayuh)

 Tak Tangani Pasien Corona, Perawat RS Persahabatan Malah Diusir dari Kos, Begini Nasib Pilunya Kini

 Gara-gara Corona, Pabrik di Magetan Potong Gaji 50%, Ribuan Karyawan Demo & Pecahkan Kaca Mobil

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
virus coronaCovid-19batukgejala virus corona
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved