Breaking News:

Berita Terpopuler

POPULER Ini Bedanya Batuk Pertanda Kena Corona dan Batuk Gejala Flu Biasa, Jangan Paranoid!

Batuk menjadi salah satu gejala dari virus corona atau Covid-19 yang paling ringan.

Tayang:
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Amirul Muttaqin
gdnonline.com
Ilustrasi 

Batuk rejan sangat mudah menular dan mengancam orang yang berisiko seperti bayi dan anak-anak.

Jenis batuk ini biasanya terjadi tanpa henti dan diawali dengan bunyi tarikan napsa panjang yang terdengar melengking.

Yang harus diperhatikan adalah bila batuk terjadi secara berkepanjangan dan parah, maka gejala tersebut tidak bisa dikatakan sebagai gejala ringan.

Lebih baik, amati jenis batuk yang terjadi dan lamanya batuk tersebut terjadi dan temui dokter untuk mendapatkan diagnosa medis yang tepat.

Terlebih, di tengah mewabahnya virus corona ini dimana batuk menjadi salah satu gejala paling ringan dari Covid-19.

(TribunStyle.com/Anggie)

 Selain Demam dan Batuk, Muncul Gejala Baru Virus Corona, Mendadak Tak Bisa Mencium Bau

 4 Hari Isolasi Diri, Hotman Paris Parno Langsung Panaskan Makanan yang Dibeli: Takut Pedagang Batuk

Ilustrasi
Ilustrasi (drkhoury.com)

Selain Demam dan Batuk, Muncul Gejala Baru Virus Corona, Mendadak Tak Bisa Mencium Bau

Diberitakan sebelumnya, muncul temuan baru untuk menandai gejala virus corona, yakni tidak bisa mencium bau.

Gejala ini termasuk tak kasatmata atau hanya penderita yang bisa merasakannya.

Dalam kondisi tak bisa cium bau ini, biasanya tidak diikuti dengan gejala umum COVID-19, seperti demam dan batuk.

Studi ini diungkap oleh ahli rinologi terkemuka di Inggris.

Sepertiga pasien positif COVID-19 di Korsel, China, dan Italia mengaku penciumannya terganggu atau hilang.

Dilansir dari Kompas.com, menurut ahli THT di Inggris, kondisi tersebut dikenal dengan nama anosmia atau hiposmia.

 3 Jenis Jahe dan Perbedaannya, Perhatikan Karakternya dari Rasa, Warna hingga Ukuran

 Nekat Buka Plastik, Mandikan & Kuburkan PDP Corona Tanpa APD, Begini Nasib Keluarga yang Kontak

Coronavirus.
Coronavirus. (Freepik)

"Di Korea Selatan, di mana pengujian dilakukan sangat luas, 30 persen pasien yang dites positif Covid-19 memiliki anosmia (hilangnya kemampuan penciuman)," kata President of the British Rhinological Society Professor, Clare Hopkins, dan President of the British Association of Otorhinolaryngology, Professor Nirmal Kumar.

Dilansir dari Business Insider melalui Kompas.com, Senin (23/3/2020), para profesor mengatakan bahwa banyak pasien di seluruh dunia yang positif Covid-19 terinfeksi tanpa gejala demam tinggi atau batuk. Sebagai gantinya, mereka sulit mencium bau dan mengecap rasa.

"Ada sejumlah laporan yang berkembang pesat tentang peningkatan signifikan dalam jumlah pasien Covid-19 yang hanya mengalami anosmia tanpa adanya gejala lain," ungkap peneliti dalam sebuah keterangan.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 3/4
Tags:
virus coronaCovid-19batukgejala virus corona
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved