Breaking News:

Virus Corona

Kabar Baik dari Australia, Sistem Kekebalan Tubuh Berhasil Lawan Virus Corona

Kabar baik datang dari Australia, peneliti mengungkapkan sistem kekebalan tubuh manusia berhasil lawan virus corona.

Penulis: Gigih Panggayuh Utomo
Editor: vega dhini lestari
AFP/Ed Jones
Ilustrasi penelitian vaksin virus corona. 

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar baik datang dari Australia, peneliti mengungkapkan sistem kekebalan tubuh manusia berhasil lawan virus corona.

Sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine pada Selasa (24/3/2020), peneliti Australia berhasil memetakan bagaimana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap virus corona.

Dalam laporannya disebutkan bahwa seseorang kembali pulih, seperti halnya ketika mereka terserang flu biasa.

Kuncinya adalah menentukan sel kekebalan tubuh mana yang muncul atau bereaksi tersebut, sehingga bisa menjadi petunjuk untuk pengembangan vaksin virus corona.

"Penemuan ini penting karena ini adalah pertama kalinya kami benar-benar memahami bagaimana sistem kekebalan tubuh kita saat bereaksi untuk melawan virus corona baru," kata penulis laporan itu, Prof Katherine Kedzierska sebagaimana dilansir dari BBC.

Daftar Negara yang Masih Aman dari Pandemi Virus Corona, dari Afrika hingga Korea Utara

Daftar Daerah di Indonesia yang Menerapkan Lockdown untuk Memutus Penyebaran Virus Corona

Ilustrasi uji virus corona.
Ilustrasi uji virus corona. (Shutterstock)

Penelitian yang dilakukan di bawah Institut Infeksi dan Kekebalan Peter Doherty di Melbourne ini telah dipuji oleh para ahli lainnya, dengan salah satunya menyebut sebagai sebuah terobosan.

Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 yang cukup tinggi menandakan bahwa ada sistem kekebalan tubuh yang berhasil melawan virus corona.

Salah satu contohnya adalah pasien positif COVID-19 dari Wuhan yang datang ke rumah sakit di Australia.

Pasien berusia 47 tahun ini kembali pulih dalam waktu 14 hari.

Berdasarkan pemeriksaan, tiga hari sebelum sembuh, sel-sel kekebalan terlihat dalam aliran darahnya.

Prof Bruce Thompson, dekan ilmu kesehatan di Swinburne University of Technology menambahkan bahwa dengan mengidentifikasi kapan sel-sel kekebalan tubuh itu muncul, maka akan sangat membantu memprediksi kapan pemulihan terjadi.

Dengan demikian, temuan itu juga turut membantu mempercepat proses pengembangan vaksin serta perawatan potensial untuk pasien terinfeksi.

Ilustrasi penanganan corona.
Ilustrasi penanganan corona. (Pixabay)

Hasil Penelitian, Virus Corona Tidak Bermutasi Cepat

Peneliti dari Johns Hopkins University berdasarkan studi terbaru menyatakan virus corona alias SARS-Cov-2 tidak serta merta melakukan mutasi di tubuh manusia.

Dilansir The Washington Post Rabu (25/3/2020), semua virus biasanya mengalami evolusi, mereplikasi diri begitu di inangnya, dan menyebar ke seluruh populasi.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Tags:
virus coronasistem kekebalan tubuhAustraliaberita virus corona terbaru hari ini
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved