Breaking News:

BERITA DUKA Mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin Wafat di Usia 87, Dimakamkan di San Diego Hills

BERITA DUKA Mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin Wafat di Usia 87, Dimakamkan di San Diego Hills

Kementerian Keuangan RI
Menteri Keuangan era Presiden Soeharto, JB Sumarlin 

TRIBUNSTYLE.COM - Kabar duka datang dari mantan menteri era Presiden Soeharto. 

Menteri Keuangan era Orde Baru, Johannes Baptista Sumarlin atau JB Sumarlin meninggal dunia Kamis 6 Februari 2020 jam 14.15 WIB di Rumah Sakit Carolus Jakarta.

Berita duka disampaikan lewat pesan berantai keluarga almarhum.

"Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, Ayah / Eyang / Saudara kami Prof Dr JB Sumarlin, pada hari Kamis, 6 Februari 2020, Pukul 14:15 di RS Carolus, Jakarta," demikian keterangan dari keluarga JB Sumarlin.

"Jenazah akan disemayamkan di rumah duka MRCC Siloam Semanggi, lantai 36 - pada pukul 18:00.

Rencana akan dimakamkan di San Diego Hills lada hari Senin, 10 Feb 2020. Mohon dimaafkan semua kesalahannya-kesalaahn selama hidupnya. Kami yang berduka, keluarga besar JB Sumarlin," tutup pengumuman tersebut.

"Mohon dimaafkan semua kesalahan almarhum," pinta Sylvia W Sumarlin, lewat akun media sosial Twitter, Kamis 6 Februari 2020 siang.

JB Sumarlin
JB Sumarlin (Instagram @tokoh_biografi)

Cabe Rawit yang Lahir di Sawah

Prof. Dr. Johannes Baptista Sumarlin lahir di Nglegok, Blitar, Jawa Timur, 7 Desember 1932, hingga akhir hayatnya berusia  87 tahun.

JB Sumarlin dikenal sebagai ekonom Indonesia yang pernah memegang berbagai jabatan pemerintahan penting di bidang ekonomi.

Ia lulus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1958 dengan predikat memuaskan. 

Jabatan yang pernah dipegangnya antara lain Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.

Ia juga dipercaya menjadi Menteri Keuangan lalu berlanjut menjadi Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas.

Ia juga dipercaya sebagai Menag PAN.

Menurut catatan Wikipedia, almarhum lahir dari pasangan Sapoean Pawirodikromo dan Karmilah, seorang buruh tani.

Kakek dari jalur ibu, Toedjo Towinangoen, adalah seorang petani yang memiliki sawah dan pekarangan luas di Desa Ngadirejo.

Nenek dari jalur ibunya bernama Raminah.

Ngadirejo pada masa itu termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Di utara desa, Gunung Kelud menjulang gagah.

Biografi JB Sumarlin
Biografi JB Sumarlin (Bondan Winarno)

Bondan Winarno pernah menulis buku biografi untuk JB Sumarlin berjudul 'Cabe Rawit yang Lahir di Sawah.'

Menggambarkan sosok JB Sumarlin, ekonom hebat Indonesia yang lahir dari keluarga petani. 

Lulusan Amerika 

Tak berhenti di sarjana S-1 ekonomi Universitas Indonesia, JB Sumarlin memperdalam ilmu ekonominya dengan mengejar hingga Amerika Serikat.

Setelah raih gelar sarjananya diraih tahun 1958 dari Universitas Indonesia, ia meneruskan pendidikan S2 di Universitas California Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Arts (M.A) pada tahun 1960.

Berlanjut ke jenjang doktoral, pendidikan S3 nya ditempuh di Universitas Pittsburg Amerika Serikat dan gelar doktor Ph.D.

Ia dapatkan gelar itu pada tahun 1968.

Sebelum mengorbit ke jajaran petinggi birokrasi pemerintahan Presiden Soeharto, terlebih dulu mengabdikan ilmunya sebagai dosen di Fakultas Ekonomi.

Ia pernah juga jadi karyawan swasta dengan bekerja di sebuah perusahaan industri di Jakarta.

Almarhum pernah merasakan kerasnya perjuangan kemerdekaan khususnya di masa Revolusi fisik.

JB Sumarlin berperan serta bergerilya sebagai anggota Palang Merah Indonesia, sertta sebagai anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) di Jawa Timur.

Puncak kariernya mencuat pada era Kabinet Pembangunan V Presiden Soeharto.

Almarhum dipercaya menjabat sebagai Menteri Keuangan didampingi Menteri Muda Keuangan Nasruddin Sumintapura dari 21 Maret 1988 sampai 17 Maret 1993. (*)

'Dibesarkan' Widjojo, Diandalkan Pak Harto

Mengutip akun Instagram @tokoh_biografi , JB Sumarlin sosok perawakannya kecil, tapi sepak terjang dan ide gagasannya sangat diandalkan Presiden Soeharto.

Ia selalu memberikan senyuman menyejukkan, ini memainkan peran dan pengabdian sentral pada masa pemerintahan Orde Baru (Orba), khususnya di bidang perekonomian.

Pada 1970 hingga 1998, dia berperan dalam pusat kebijakan ekonomi dan keuangan.

Dia salah seorang arsitek ekonomi Indonesia yang ‘dibesarkan’ Widjojo dan ‘diandalkan’ Pak Harto.

Pada masa 1970 hingga 1973, sudah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Moneter.

Sebelumnya, ia bahkan sudah mengabdi sebagai Deputi Bidang Fiskal dan Moneter Bappenas.

Selanjutnya selama sepuluh tahun (1973-1983), Sumarlin menjabat Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara(Menpan), merangkap Wakil Ketua Bappenas dan Ketua Opstib.

Lalu menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (Menneg PPN) merangkap Ketua Bappenas tahun 1983-1988.

Di sela-sela periode itu ia ditunjuk sebagai Menteri Keuangan ad interim dan Menteri Pendidikan & Kebudayaan ad interim, menggantikan Prof. Dr. Nugroho Notosusantoyang. (TribunStyle.com/ Berbagai sumber) 

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
JB SumarlinSan Diego Hillswafatmeninggal
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved