Penjelasan Ilmiah Dari Perasaan Rindu dan Patah Hati, Ternyata Melibatkan Proses Dalam Tubuh
Perasaan rindu dan patah hati yang banyak dialami oleh anak muda ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah.
Penulis: Anggie Irfansyah
Editor: Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Perasaan rindu dan patah hati yang banyak dialami oleh anak muda ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah.
Kerinduan adalah hal yang wajar dan pernah dialami oleh semua orang.
Kerinduan bisa ditujukan kepada orang tua, teman, pasangan, dan orang-orang terdekat kita.
Rindu biasa terjadi karena jarak yang memisahkan, atau keadaan yang membuat dua orang tidak bisa bertemu.
• Penjelasan Secara Ilmiah Orang Berselingkuh, Ternyata Bukan Karena Pasangannya, Ini Cara Mencegahnya
• 3 Penyebab Menguap Itu Bisa Menular, Berikut Penjelasan Ilmiahnya
Ternyata, rindu adalah proses yang melibatkan tubuh manusia yang bisa dijelaskan secara ilmiah.
Rindu juga bisa mengakibatkan kodisi yang buruk untuk kesehatan mental maupun fisik.
Berikut ini adalah penjelasan ilmiah tentang rindu.
- Rindu terjadi karena proses dalam tubuh manusia
Saat kita sedang merindukan seseorang, proses pembentukan hormon dalam tubuh akan berubah.
Menurut ilmuwan yang meneliti tentang perilaku dan hubungan manuisa, Clarissa Silva, selain hormon estrogen dan testosteron, tubuh juga memproduksi hormon dopamin, serotonin dan oksitosin.
Ketika seseorang sedang jatuh cinta, tubuh akan mudah memproduksi hormon tersebut.
Sedangkan ketika seseorang sedang berjauhan, produksi dari hormon tersebut akan menurun, dan menyebabkan rasa rindu.
Menurut penjelasan Gabrille Lichtermen dari Hormone Horoscope, hormon dopamin berkaitan dengan rasa bahagia, sakit dan hasrat.
Maka ketika kita bersama orang yang kita cintai, rasa bahagia akan ada dalam perasaan kita.
Hal ini juga berkaitan dengan hormon serotonin yang berfungsi sebahai pengendali stres, nafsu makan dan suasana hati.
Jika sedang dekat dengan orang yang kita cintai, suasana hati akan ceria dan jauh dari rasa stres.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/sedih-depresi-galau_20180528_164554.jpg)