Anak Marissa Nasution Dulu Alami TTTS Seperti Anak Irish Bella & Ammar Zoni, Ini Gejala Yang Dialami

Marissa Nasution dulu juga mengandung bayi kembar yang terkena TTTS (Twin to Twin Transfusion Syndrome) seperti yang dialami bayi kembar Irish Bella.

Kolase TribunStyle.com/instagram @marissaln/tangkap layar youtube MARISSA NASUTION
Anak Marissa Nasution Dulu Alami TTTS Seperti Anak Irish Bella dan Ammar Zoni Ini Gejala Yang Dialami 

Kondisi TTTS yang dialami bayi kembarnya itu harus segera ditangani dengan operasi.

Namun menurut Marissa, waktu itu sang dokter menyarankan untuk melakukan operasi di Australia karena di Jakarta belum bisa menangani.

Karena terkendala biaya, suami Marissa lalu mendapatkan saran dari temannya yang mengalami hal yang sama.

Teman suaminya itu menyarankan agar mereka melakuka operasi di Singapura yaitu di KK Women's and Children Hospital.

Saat dilakukan pemeriksaan, rupanya berat badan Twin B sudah sangat kurang jika dibandingkan dengan Twin A.

Lalu tim dokter memberikan beberapa pilihan kepada Marissa dan sang suami.

Marissa Nasution bersama suami dan anaknya
Marissa Nasution bersama suami dan anaknya (instagram @marissaln)

Pilihan terbaik yang dipilih adalah melakukan operasi laser ablation.

Setelah operasi, tim dokter memantau apakah pembagian plasenta untuk bayi kembar Marissa berjalan sukses.

Rupanya tim dokter hanya bisa memutus koneksi pembuluh darah yang tersambung, sementara pembagian plasenta akan terjadi secara alami setelah pemutusan koneksi itu.

Dua hari setelah operasi, Marissa harus kehilangan salah satu bayi kembarnya yaitu Twin B.

"Kita masuk ke ruangan USG untuk mencari heart beat (dari Twin B), dokter sempet cari..

Dokter cuma lihat ke kita dan bilang 'I'm very sorry to say, but Twin B doesn't have a heart beat anymore.

Kita sangat kaget, kita berharap selama dua hari ini setelah operasi, tapi dokter menjelaskan pada kita kalau Twin B sekarang sudah tidak punya heart beat lagi, berarti emang pembagian dari plasentanya sendiri kebanyakan kepada Twin A, Twin B mendapatkan nutrisi dari plasenta yang tidak cukup untuk berkembang," jelas Marissa.

Kenyataan lain juga harus dihadapi Marissa karena rupanya Twin B tidak dioperasi untuk dikeluarkan dari kandungannya dan menunggu hingga Twin A lahir.

Setelah Twin B dipastikan meninggal dunia, Marissa harus tetap rutin memeriksakan kandungannya ke dokter karena Twin A yang sebelumya adalah Recipient bisa berbalik menjadi Donor.

Hal itu terjadi karena Twin A bisa merasakan kembarannya mengalami masalah dan membutuhkan bantuan sehingga berbalik memberikan nutrisi kepada twin B yang sudah meninggal.

Karena pada saat operasi laser, ternyata tidak memungkinkan bagi dokter untuk memotong koneksi pembuluh darah yang berada di bagian bawah dan dalam plasenta.

Jika hal itu terjadi, maka kemungkinan terburuk Twin A juga bisa meninggal di dalam kandungan.

Lalu saat usia kandungannya mencapai 38 minggu, tim dokter memutuskan agar Marissa melahirkan secara induksi demi mencegah TTTS terjadi pada Twin A.

(TribunStyle/Vega Dhini Lestari)

Ikuti kami di
Penulis: Vega Dhini Lestari
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved