Diselimuti Kabut Asap Karena Karhutla, Begini Penampakan Miris Kalimantan Dilihat dari Satelit NASA

Dalam citra satelit yang ditangkap NASA pada earthobservatory.nasa.gov, tampak asap menyelubungi Kalimantan.

zoom-inlihat foto
viral-nasa-rilis-foto-satelit-kebakaran-hutan-indonesia-terasa-hingga-malaysia-singapura.jpg
NASA/Instagram: Jokowi
Diselimuti Kabut Asap Karena Karhutla, Begini Penampakan Miris Kalimantan Dilihat dari Satelit NASA

Berdasarkan amatan International Forestry Research’s Borneo Atlas, banyak kebakaran terjadi di atau dekat daerah-daerah dengan lahan gambut.

Kebakaran gambut cenderung sulit dipadamkan.

Lantas, kebakaran tersebut awalnya terjadi di bawah permukaan tanah selama berbulan-bulan hingga musim hujan tiba.

f
Penampakan Indonesia dari satelit NASA, Selasa (17/9/2019) akibat karhutla. (earthobservatory.nasa.gov)

Kebakaran gambut melepaskan sejumlah besar gas dan partikel, termasuk karbon dioksida, metana, dan partikel halus.

Karbon dioksida dan metana adalah gas rumah kaca yang potensial menyebabkan global warming.

Sementara itu, campuran partikel halus memiliki efek kesehatan negatif.

Melihat kabut asap dan karhutla di Indonesia, ilmuwan NASA Goddard Institute for Space Studies, Robert Field, telah melacak perkembangan musim kebakaran di Indonesia.

“Kebakaran benar-benar menjadi pusat masalah sekarang. Ini mengingatkan kita pada 2015, meskipun penumpukan asap yang berlanjut selama beberapa minggu karena hujan pada pertengahan Agustus,” kata Field, dikutip dari earthobservatory.nasa.gov.

Field juga mengemukakan, karhutla yang terjadi di Indonesia kali ini mengingatkan pada dua kebakaran besar terakhir lainnya di Tanah Air, yakni pada 1997 dan 2015.

Kala itu, El Nino menyebabkan kekeringan yang berujung pada kebakaran.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Triroessita Intan Pertiwi
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved