Aktivitas Gunung Slamet Naik ke Level Waspada, Jalur Pendakian Ditutup dan 80 Pendaki Dievakuasi
Aktivitas Gunung Slamet naik ke level II (waspada), jalur pendakian di tutup dan 80 pendaki dievakuasi.
Penulis: Yuliana Kusuma Dewi
Editor: Delta Lidina Putri
"Yang harus hati-hati pendakian, dan pengosongan area radius 2 km dari kawah karena dampak hembusan dari kawah itu sendiri, bukan material, tapi hembusan angin dari kawah," ujar , Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono dilansir TribunStyle dari Kompas.com.
Perubahan status Gunung Slamet tersebut dilakukan karena terjadi sejumlah peningkatan aktivitas, sepeti pergempaan, awan, hingga kenaikan suhu mata air.
Peningkatan aktivitas terlihat dari asap kawah putih intensitas tipis hingga tebal dengan ketinggian 300 meter dari atas puncak.
Selain itu rekaman kegempaan periode Juni hingga 8 Agustus 2019 tercatat 51.511 kali gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik lokal dan 17 kali gempa tektonik jauh.

Serta terjadi peningkatan suhu mata air panas di tiga lokasi sekitar Gunung Slamet.
"Pengukuran suhu mata air panas pada tiga lokasi juga menunjukkan nilai 44,8 hingga 50,8 derajat Celsius. Nilai ini pada pengamatan jangka panjang berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan naik dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya," ujar Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana geologi (PVMBG) Kasbani, dilansir TribunStyle dari Tribunnews.
Sampai saat ini status Gunung Slamet masih dalam tahap waspada dan belum naik ke level awas.
Meskipun belum ada gejala erupsi, Kasbani mengungkapan potensi erupsi dapat terjadi.
"Namun secara visual belum teramati adanya gejala erupsi. Potensi erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu," kata Kepala PVMBG, Kasbani kepada Tribunnews, Jumat (9/8/2019). (TribunStyle.com/Yuliana Kusuma)
Yuk follow akun Facebook dan channel YouTube TribunStyle berikut: