Breaking News:

Aktivitas Gunung Slamet Naik ke Level Waspada, Jalur Pendakian Ditutup dan 80 Pendaki Dievakuasi

Aktivitas Gunung Slamet naik ke level II (waspada), jalur pendakian di tutup dan 80 pendaki dievakuasi.

Penulis: Yuliana Kusuma Dewi
Editor: Delta Lidina Putri
Kompas/Fadlan Mukhtar Zain
Gunung Slamet terlihat dari Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. 

Aktivitas Gunung Slamet naik ke level II (waspada), jalur pendakian di tutup dan 80 pendaki dievakuasi.

TRIBUNSTYLE.COM - Aktivitas Gunung Slamet di Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan Purbalingga naik dari status normal (level 1) menjadi waspada (level 2), Jumat (8/9/2019).

Peningkatan aktivitas Gunung Slamet menyebabkan jalur pendakian dan para pendaki dievakuasi.

Tercatat sebanya 80 orang mendaki Gunung Slamet sejak Rabu (7/8/2019).

Manajer Bisnis Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur Sugito mengatakan, pihaknya telah mengirimkan tim untuk melakukan evakuasi.

"Masing-masing pengelola pos pendakian sudah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi. Informasi yang kami terima hingga pukul 13.00 WIB, baru tiga pendaki yang sudah turun via Pos Bambangan," kata Sugito saat dihubungi Jumat, dilansir TribunStyle dari Kompas.com.

Ilustrasi: Gunung Slamet meletus mengeluarkan asap hitam bercampur uap air pada Kamis (13/33/2014) sekitar pukul 07.00 WIB
Ilustrasi: Gunung Slamet meletus mengeluarkan asap hitam bercampur uap air pada Kamis (13/33/2014) sekitar pukul 07.00 WIB (KOMPAS.com/Ari Himawan Sarono)

Status Gunung Slamet Naik, Normal ke Waspada, Warga & Wisatawan Dihimbau Tidak Berada di Radius 2 Km

Trending Twitter & Banjir Cuitan Sedih, NET TV Dikabarkan Bangkrut & Akan Ada PHK Massal, Benarkah?

Menteri Susi Bongkar Buruknya Pengadilan di Indonesia, Tenggelamkan Kapal Asing Terkena Kendala

Sementara itu pendaki yang sudah terlanjur naik dievakuasi sejak Jumat (9/8/2019) pagi.

Jalur pendakian Gunung Slamet melalui jalur Bambangan, Purbalingga, Jawa Tengah ditutup menyusul kenaikan status dari normal ke waspada, Jumat (9/8/2019).

"Penutupan ini merespon informasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menaikkan status Gunung Slamet dari status normal menjadi waspada," kata Sugito Sugito dilansir TribunStyle dari Kompas.com.

69 orang diantaranya naik melalui jalur Bambangan, 8 orang dari jalur Gunung Malang dan jalur Baturraden 3 orang.

Selain di jalur Bambangan, penutupan jalur pendakian juga dilakukan di kalur Gunungg Malang, Purbalingga dan jalur Baturraden, Banyumas.

Pos pendakian ditutup mulai pukul 11.00 WIB.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani saat di Kantor PVMBG, Jalan Dipenogoro, Bandung pada Jumat (9/8/2019).
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani saat di Kantor PVMBG, Jalan Dipenogoro, Bandung pada Jumat (9/8/2019). ((tribunjabar/haryanto))

Sebelumnya, jalur pendakian Gunung Slamet juga pernah ditutup sebelumnya dan baru dibuka kembali pada Kamis (8/8/2019).

Jalur pendakuan Gunung Slamet ditutup sejak 22 Juli 2019 silam untuk tujuan pembersihan jalur dan pemulihan ekosistem.

Selain penutupan jalur pendakian, warga dan wisatawan juga dihimbau tidak berada di radisu 2 km dari kawah Gunung Slamet.

"Yang harus hati-hati pendakian, dan pengosongan area radius 2 km dari kawah karena dampak hembusan dari kawah itu sendiri, bukan material, tapi hembusan angin dari kawah," ujar , Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono dilansir TribunStyle dari Kompas.com.

Perubahan status Gunung Slamet tersebut dilakukan karena terjadi sejumlah peningkatan aktivitas, sepeti pergempaan, awan, hingga kenaikan suhu mata air.

Peningkatan aktivitas terlihat dari asap kawah putih intensitas tipis hingga tebal dengan ketinggian 300 meter dari atas puncak.

Selain itu rekaman kegempaan periode Juni hingga 8 Agustus 2019 tercatat 51.511 kali gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik lokal dan 17 kali gempa tektonik jauh.

Seismograf
Seismograf (Tribunpontianak)

Serta terjadi peningkatan suhu mata air panas di tiga lokasi sekitar Gunung Slamet.

"Pengukuran suhu mata air panas pada tiga lokasi juga menunjukkan nilai 44,8 hingga 50,8 derajat Celsius. Nilai ini pada pengamatan jangka panjang berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan naik dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya," ujar Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana geologi (PVMBG) Kasbani, dilansir TribunStyle dari Tribunnews.

Sampai saat ini status Gunung Slamet masih dalam tahap waspada dan belum naik ke level awas.

Meskipun belum ada gejala erupsi, Kasbani mengungkapan potensi erupsi dapat terjadi.

"Namun secara visual belum teramati adanya gejala erupsi. Potensi erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu," kata Kepala PVMBG, Kasbani kepada Tribunnews, Jumat (9/8/2019). (TribunStyle.com/Yuliana Kusuma)

Yuk follow akun Facebook dan channel YouTube TribunStyle berikut:

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
Gunung Slamet status waspadastatus Gunung Slamet naikaktivitas Gunung Slamet
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved