TERBARU! Update Setelah Gempa Bali, 45 Bangunan Rusak, Guru dan 2 Siswa Tertimpa Reruntuhan Bangunan
Update terbaru setelah gempa Bali Selasa 16 Juli 2019, sejumlah 45 bangunan rusak, dan seorang guru dan 2 siswa tertimpa reruntuhan bangunan.
Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Agung Budi Santoso
Jika tinggal di daerah pegunungan
Apabila terjadi gempa bumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran seperti tebing berbatu dan sebagainya.

Jangan panik saat gempa terasa di sekitar Anda agar evakuasi berjalan lancar. (Amirul Muttaqin/TribunStyle)

45 Bangunan Rusak, 2 Siswa dan Seorang Guru Tertimpa Runtuhan Bangunan
Para guru dan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, berhamburan ke luar kelas saat gempa bumi berkekuatan 5,8 SR dengan kedalaman 104 kilometer mengguncang sebagian wilayah Bali, Selasa (16/7) pukul 08:18:36 Wita pagi.
Gempa yang berpusat di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana ini menyebabkan dua siswa dan 1 guru SDN 1 Ungasan luka-luka tertimpa runtuhan.
Sementara total terjadi kerusakan di 45 titik seluruh Bali.
“Baru mau penyampaian kegiatan MPLS, terasa gempa. Kita berhamburan semua. Bahkan mic yang dipegang tadi langsung dilempar. Kami kaget dan semuanya panik,” tutur Kepala SDN 1 Ungasan, Ni Made Asri, kepada Tribun Bali.
SDN 1 Ungasan termasuk paling parah mengalami kerusakan akibat gempa yang mengejutkan krama Bali di pagi hari itu. Plafon di sejumlah ruang kelas serta genteng berjatuhan.
Dari pantauan Tribun Bali, tampak pecahan genteng berserakan di halaman sekolah. Sejumlah ruang kelas tampak berantakan, dan plafonnya jebol.
Dua siswa dan seorang guru mengalami luka ringan di kepala tertimpa runtuhan genteng, karena saat gempa mereka tengah berada di dalam ruangan kelas.
Guru yang menjadi korban bernama Ni Nengah Sukensi. Guru kelas I ini mengalami luka robek di kepala dan dilarikan ke Puskesmas Ungasan lalu dirujuk ke Gangga Medika, Jimbaran. Sedang dua siswa yang terluka di kepala adalah Gading Eka Paksi dan Suryawati yang ditangani di Puskesmas.
“Ibu guru kelas 1 kami tengah berada di dalam kelas saat itu kena runtuhan genteng. Dua siswa lainnya juga terkena runtuhan genteng dan langsung kita bawa ke Puskesmas untuk penanganan medis,” terang Made Asri.
Akibat kerusakan sejumlah ruang kelas ini, aktivitas belajar mengajar tidak dapat dilanjutkan. Siswa SDN 1 Ungasan pun dipulangkan sebelum jam belajar selesai.
“Kami mohon kepada pihak terkait (Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Badung) agar segera menyikapi kerusakan ini,” harap Made Asri.