Ketentuan Puasa Syawal 1440 H, Haruskah Dilaksanakan 6 Hari Berturut-turut?
Menunaikan Puasa Syawal haruskan dilakukan secara berurutan? Simak penjelasannya.
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Melia Istighfaroh
Di antara hujjahnya, orang yang terhalang beberapa hari puasa Ramadhan karena haid, ia tetap bisa disebut telah berpuasa Ramadhan.
Selain itu, puasa Syawal telah ditentukan waktunya yang terbatas di bulan Syawal sedangkan qadha Ramadhan tidak hanya terbatas di bulan Syawal.
Yang ideal, mengkompromikan dua pendapat di atas, sebaiknya mengqadha’ puasa Ramadhan terlebih dahulu lalu mengerjakan puasa sunnah di bulan Syawal sehingga keutamaannya pun bisa diperoleh.
• Ketentuan dan Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari, Dapat Pahala Seperti Puasa Setahun Penuh!
Kalaupun tidak bisa atau waktunya tidak cukup, hendaknya puasa Syawal didahulukan baru setelah itu qadha’ Ramadhan.
Inilah yang dicontohkan oleh Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Adapun dalam beberapa sumber disebutkan bahwa pahala dan keutamaan puasa syawal ini didapatkan bagi mereka yang menyempurnakan puasa Ramadhan sebulan penuh dan telah mengqadha puasa Ramadhan jika ada yang ditinggalkan.
Bagi siapa pun yang memiliki utang puasa Ramadhan, dianjurkan untuk membayar utang puasanya terlebih dahulu.
Namun, siapa saja yang berpuasa Syawal sebelum membayar utang puasa Ramadhan, maka masih tetepa sah.
Tapi, dengan syarat setelah menunaikan puasa syawal tetap membayar utang tersebut.
Kendati demikian, beberapa ulama menganjurkan untuk mengqadha utang puasa terlebih dahulu sebelum menunaikan Puasa Syawal.
(TribunStyle.com / Salma Fenty)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-puasa-syawal-1440-h.jpg)