Ramadhan 2019
Apakah Itikaf Harus Dilaksanakan Penuh Selama 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan? Ini Penjelasannya
Inilah penjelasan mengenai pelaksanaan Itikaf apakah berturut-turut selama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan untuk meraih malam Lailatul Qadar.
Penulis: Listusista Anggeng Rasmi
Editor: Melia Istighfaroh
TRIBUNSTYLE.COM - Inilah penjelasan mengenai pelaksanaan Itikaf apakah berturut-turut selama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan untuk meraih malam Lailatul Qadar.
Itikaf adalah ibadah dengan cara berdiam di dalam Masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Itikaf di Masjid hukumnya sunah muakkadah yang sangat efektif untuk taqarrub dan meraih Lailatul Qadar di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
Itikaf sudah semestinya menjadi amalan andalan orang-orang shalih, sebagai satu sarana utama untuk meraih lailatul qadar.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا : أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ ، حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ تَعَالَى ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ .
Dari Aisyah RA berkata: “Nabi SAW senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, sampai Allah SWT mewafatkan beliau. Sepeninggal beliau, istri-istri beliau juga melakukan I’tikaf.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)
Apakah Itikaf harus dilaksanakan selama 10 hari penuh di akhir bulan Ramadhan ?
Dikutip TribunStyle.com dari mediaumat, tidak ada dalil syar’i yang mewajibkan bahwa Itikaf itu lamanya harus 10 hari, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan.
Bahkan beritikaf selama satu malam saja (tanpa siang harinya) dibenarkan oleh syara’.
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA :
“Bahwa Umar pernah bertanya kepada Nabi SAW, Umar berkata,’Aku pernah bernadzar di masa Jahiliyah untuk beri’tikaf selama satu malam di Masjidil Haram.’ Nabi SAW bersabda,’Penuhilah nadzarmu!” (HR Bukhari, hadits no 2032, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, an-Nasa`i, dan Ad-Daruquthni). (Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, Al-Jami’ li Ahkam Ash-Shiyam, hal. 298).
Dalil hadits di atas menunjukkan bahwa melaksanakan Itikaf di malam hari saja tanpa siangnya adalah boleh.
Tidak ada dalil yang mewajibkan bahwa Itikaf harus 10 hari, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.
Kendati demikian, Itikaf di Masjid pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan merupakan ibadah yang lebih utama dalam rangka meraih Lailatul Qadar.
Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW yang selalu beritikaf selama sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.
• Wanita Haid Tidak Bisa Itikaf di Masjid, Ini Amalan Lain yang Dianjurkan untuk Meraih Lailatul Qadar
• Memasuki 10 Hari Terakhir di Bulan Ramadhan, Bolehkah Wanita Itikaf di Masjid? Ini Penjelasannya
• Syarat & Rukun Itikaf di Masjid serta Hal yang Diperbolehkan hingga Membatalkan saat Melaksanakannya
• Meraih Malam Lailatul Qadar dengan Itikaf, Ini Bacaan Niat, Waktu Pelaksanaan, Syarat & Keutamaannya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/tata-cara-rasulullah-peringati-lailatul-qadar.jpg)