Berita Terpopuler

2 Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto Tunjukkan Ekspresi Berbeda Saat Rekonstruksi, AS Menangis Terus

Aris Sugianto dan Azis Prakoso menunjukkan ekpresi berbeda ketika memeragakan reka ulang pembunuhan Budi Hartanto.

2 Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto Tunjukkan Ekspresi Berbeda Saat Rekonstruksi, AS Menangis Terus
TribunStyle.com Kolase/surya/samsul hadi
Pelaku pembunuhan disertai mutilasi, Aris dan Azis, naik sepeda motor memeragakan membawa koper dan kepala korban Budi Hartanto untuk dibuang saat rekonstruksi di Kediri, Rabu (24/4/2019). 

Ada perbedaan ekspresi yang ditunjukkan kedua pelaku pembunuhan Budi Hartanto, guru honorer yang mayatnya ditemukan tanpa kepala di Blitar. Aris Sugianto menangis, Ajis Prakoso tenang.

TRIBUNSTYLE.COM - Perbedaan ekspresi kedua pelaku pembunuhan Budi Hartanto saat memperagakan reka adegan dari detik-detik membunuh, memutilasi, membuang mayat, hingga menghilangkan barang bukti, Rabu (24/3/2019).

Kedua pelaku pembunuhan Budi Hartanto, guru honorer yang mayatnya ditemukan tanpa kepala di Blitar, Aris Sugianto dan Ajis Prakoso menunjukkan ekpresi berbeda ketika memeragakan reka ulang pembunuhan.

Saat memeragakan adegan, tersangka Aris Sugianto kerap menangis.

 Peran Adik Pelaku Aris Sugianto di Pembunuhan & Mutilasi Budi Hartanto, Ikut Jadi Tersangka?

Air matanya tampak membasahi pipinya.

Ia sesekali menyeka air matanya yang berlinang.

Matanya pun terlihat sembab.

Pelaku pembunuhan disertai mutilasi, Aris dan Azis, naik sepeda motor memeragakan membawa koper dan kepala korban Budi Hartanto untuk dibuang saat rekonstruksi di Kediri, Rabu (24/4/2019).
Pelaku pembunuhan disertai mutilasi, Aris dan Azis, naik sepeda motor memeragakan membawa koper dan kepala korban Budi Hartanto untuk dibuang saat rekonstruksi di Kediri, Rabu (24/4/2019). (TribunStyle.com Kolase/ surya/didik mashudi)

Sementara itu, berbeda dengan Aris, tersangka Ajis justru cenderung tenang.

Meski kaki keduanya tertatih lantaran luka tembak, Aris dan Ajis mampu memeragakan reka ulang pembunuhan sadis itu secara baik.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang ikut menyaksikan jalannya rekonstruksi menjelaskan ada 38 adegan yang diperagakan.

Puncaknya ada pada adegan ke 11 dan 12 peragaan bagaimana proses mutilasi dan kematian korban.

 Rekonstruksi Ungkap Fakta Baru Pembunuhan & Mutilasi Budi Hartanto, Adik Pelaku Ikut Membantu

"Rekonstruksi ini menggambarkan bagaimana polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, transparan dan terbuka," jelas Barung, dikutip TribunStyle.com dari Surya.co.id, Kamis (25/4/2019).

Aris Sugianto, salah satu pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto, guru honorer asal Kediri, saat mengikuti rekonstruksi di rumah orangtuanya di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (24/4/2019).
Aris Sugianto, salah satu pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto, guru honorer asal Kediri, saat mengikuti rekonstruksi di rumah orangtuanya di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (24/4/2019). (TribunStyle.com Kolase/surya/samsul hadi)

Lebih lanjut, Barung menyebutkan melalui rekonstruksi ini, akan diketahui adanya unsur kebohongan atau tidak.

Pasalnya, pada adegan ke-11, ketika tersangka Aris menduduki perut korban Budi Hartanto apakah sesuai dengan saat memegang tangannya.

Jika saat menduduki korban tidak memegang, berarti ada kebohongan.

"Reka ulang ini menjelaskan BAP yang kita lakukan. Kalau ada ketidakcocokan akan digali lagi," tukasnya.

Sementara itu, polisi masih belum menemukan adanya unsur perencanaan dalam kasus pembunuhan ini.

"Pembunuhan ini merupakan spontanitas karena transaksional," tambah Barung.

Sementara itu, dalam rekonstruksi ini diketahui pula bahwa adik tersangka Aris Sugianto ternyata mengetahui kejahatan yang dilakukan oleh sang kakak.

Bahkan, bukannya melaporkan perbuatan sang kakak, adik tersangka Aris justru ikut serta membantu mengganti plat nomor motor Scoopy korban yang disembunyikan di kamar tersangka.

Aris dan Azis mempraktikan cara membuang jasad korban saat proses rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap guru honorer asal Kota Kediri di jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (24/4/2019).
Aris dan Azis mempraktikan cara membuang jasad korban saat proses rekonstruksi kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap guru honorer asal Kota Kediri di jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (24/4/2019). (surya/didik mashudi)

Melalui rekan adegan di rumahnya, Aris mempraktikkan bagaimana caranya menyembunyikan sepeda motor milik korban Budi Hartanto.

 UPDATE Kasus Mutilasi Budi Hartanto, Tahu tapi Tak Lapor Polisi, Orang Ini Bakal Jadi Tersangka

Ia membawa sepeda motor yang juga dipakai untuk membuang koper yang berisi jasad Budi Hartanto itu ke dalam kamarnya.

"Sepeda motor korban disembunyikan di kamarnya Aris," terang Kbaid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Frans Barung Mangera, dikutip TribunStyle.com dari Surya.co.id, Kamis (25/4/2019).

Dalam rekonstruksi di warung yang disewa pelaku Aris Sugianto ini, korban Budi Hartanto diperankan Brigadir Debi anggota Jatanras Polda Jatim.

Dua tersangka pembunuhan dan mutilasi Aris dan Ajis dihadirkan memeragakan sejumlah adegan pembunuhan.

Reka ulang di TKP pembunuhan diawali pertemuan korban dan pelaku di warung.

Selanjutnya Budi dan Aris masuk ke dalam ruang kamar untuk melakukan hubungan sesama jenis.

Usai berhubungan sesama jenis terjadi percekcokan yang dilerai tersangka Ajis Prakoso.

Namun keterlibatan Ajis membuat korban marah dan mengambil pisau yang disabetkan ke arah Ajis.

Namun sabetan pisau meleset dan berhasil direbut tersangka Ajis.

Selanjutnya Ajis yang membacok korban mengenai lengan tangan.

Ajis kembali membacok korban mengenai bagian leher yang membuat korban terjatuh.

Selanjutnya tersangka Aris Sugianto yang membekap mulut korban supaya tidak berteriak dengan kain.

Tindakan ini yang mengakibatkan korban tewas karena tidak dapat bernafas.

Selanjutnya kedua pelaku berupaya membuang korban.

Supaya tidak dicurigai, korban dimasukkan ke dalam koper.

Namun masalahnya kopernya tidak muat, sehingga muncul ide untuk memenggal kepala korban supaya kopernya dapat ditutup.

Selanjutnya koper dibuang di sungai bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Sedangkan kepala korban dibungkus plastik dimasukkan karung dibuang di Sungai Ploso Kerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras.

(TribunStyle.com / Salma Fenty Irlanda)

Ikuti kami di
Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Delta Lidina Putri
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved