Marak Kasus Bullying, Yuk Intip Penyewaan Jasa 'Paman Sangar' yang Sedang Ngetrend di Korea Selatan

Perundungan dapat menimpa siapa saja. Di Korea Selatan para orang tua menyewa jasa 'Paman Sangar' untuk melindungi anak-anaknya dari aksi bullying.

Marak Kasus Bullying, Yuk Intip Penyewaan Jasa 'Paman Sangar' yang Sedang Ngetrend di Korea Selatan
beautynesia.id
Ilustrasi bullying 

Bukan hanya dipukuli, mereka juga merekam kejadian tersebut.

Bully-ing yang dialami Sarwendah tak berhenti sampai disitu.

Sarwendah juga di-bully oleh teman-temannya yang juga berasal dari Indonesia.

Mantan personel girlband Cherrybelle ini mengaku sangat trauma atas kejadian yang dialaminya.

 Usai Dijenguk Ifan Seventeen, Audrey Kini Tak Bisa Dibesuk, Ini yang Akan Dilakukan Pihak RS Padanya

Tak hanya itu, tindakan pihak sekolah terhadap pelaku yang mem-bully Sarwendah bahkan juga tidak kuat.

Kejadian yang menimpa Audrey ini membuat Sarwendahsemakin miris karena lebih parah dari apa yang dialaminya.

Sarwendah pun berharap semoga kasus yang menimpa Audreybisa diselesaikan dengan bijak agar tak lagi ada kasus bully-ing.

Artis yang sedang menanti kelahiran anak keduanya ini berharap semoga kasus Audrey bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

 Jadi Korban Perundungan, Audrey Minta Wajahnya Tak Perlu Diblur, Ternyata Ini Alasannya

"Dulu saya sekolah diluar negeri dan saya pernah menjadi anak yg di Bully dipukulin sama teman-teman saya sambil divideoin dan yang mirisnya lagi saya justru diBully oleh teman-teman dari negara saya sendiri dan kejadian itu sempat membuat saya trauma dan sayangnya tindakan dari sekolah waktu itu juga tidak kuat kepada para pelaku.. Dan Audrey merupakan salah satu korban lagi yg mengalami Bully malah lebih parah lagi, semoga ini bs diselesaikan dengan Bijak dan membangun anak-anak supaya tidak ada lagi Bullying.. Apalagi sekarang sudah menjadi orangtua pasti ingin lebih baik untuk masa depan anak, semoga #JusticeForAudrey bisa ditegakkan dengan benar, save moral dan perilaku anak-anak."

 Kumpulan Update Terbaru Justice For Audrey, Dari Dukungan Artis dan Pengacara Hingga Hasil Visum

Berbagai komentar dari para netizen pun bermunculan dalam postingan Sarwendah ini.

@adelialia3999 : "Kasihan bgt...parah nya pelaku nya malah cengengesan...ga ada rasa bersalah nya."

@masitah_ummu_hafs : "Jengkel nya itu pelaku ko GK dihukum setimpal gara2 masih dibawah umur,mau jdi ap kedepannya ny,sangat miris."

@wulan_yullia : "Jahat pelaku sangan jahat,tidak punya hati nurani,harusnya hukum biarpun anak d bawah umur tp dia tetap sudah mengertu mna yg slah dan mna yg benar,jd klw orang yg slah harus d hukum tegakan keadilan bwt audrey."

@endaberry89 : "Setuju say @sarwendah29 saya juga telah menjadi orang tua dan sangat terpukul atas perbuatan para pelaku siswa SMA tersebut. Walaupun umur pelaku di bawah umur tetapi mohon kepolisian segera di tindak lanjuti agar tidak terjadi lagi korban2 selanjutnya."

Kapolresta Pontianak, Kombes M Anwar Nasir, menjelaskan kronologi kasus penganiayaan yang dialami oleh Audrey ini.

Perkelahian antara Audrey dan para pelaku terjadi pada 29 Maret 2019 lalu di kawasan belakang Pavilion Informa, Jalan Sulawesi, Pontianak.

 Beri Dukungan untuk Audrey, Petisi #JusticeForAudrey Sudah Ditandatangani 3 Juta Lebih, Ini Linknya

Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB.

Melansir dari TribunPontianak, Audrey bukanlah target utama dari ke-12 pelaku tersebut.

Pertama kali Audrey muncul tanpa blur
Pertama kali Audrey muncul tanpa blur (Instagram @ifanseventeen)

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info, kakak sepupu korban merupakan mantan pacar pelaku penganiayaan ini," kata Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu kepada TribunPontianak.

Namun antara pelaku dan korban saling berbalas komentar di media sosial.

 Dukungan Tuk Audrey, Psikolog Dedy Susanto: Trauma yang Dialami Audrey Jenis yang Sulit Disembuhkan!

Hingga akhirnya pelaku merencanakan penjemputan dan penganiayaan terhadap korban.

"Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," lanjutnya.

"Semua pelaku adalah teman-teman kakak sepupunya, mereka menggunakan korban ini untuk memancing kakaknya keluar dari rumah dengan cara menjemput korban dari rumah neneknya di Jl. Cendrawasi sekitar jam 14.00," ujar korban dikutip TribunnewsBogor.com dari BerkatnewsTV di RS Promedika.

 Audrey Siswi SMP Dianianya Lantaran Asmara, Beginilah 5 Cara Cerdas Hadapi Konflik dengan Pasangan

Mereka sempat memukul dan menarik rambut Audrey.

"Oleh salah seorang pelaku, wajah korban disiram dengan air. Rambutnya ditarik dari belakang. Lalu dia terjatuh ke aspal," kata Husni, di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/4/2019). (TribunStyle.com/Ninda Iswara)

Ikuti kami di
Penulis: Vega Dhini Lestari
Editor: Mohammad Rifan Aditya
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved