Breaking News:

Mengenali Penyebab dan Pemicu dari Penyakit Gagal Ginjal 'The Silent Killer'

Sering kali penderita tidak merasakan gejala tertentu hingga penyakit sudah memasuki stadium lanjut dan fungsi ginjal telah menurun.

Nephrologist in Pune
Ilustrasi ginjal 

Di antara gejala yang perlu diwaspadai sebagai penanda awal gangguan ginjal adalah cepat lelah, nafsu makan menurun, sulit tidur, sering ingin buang air kecil pada malam hari, dan pembengkakan kaki.

Pemeriksaan dini yang bisa ditempuh adalah melalui tes Cystatin C darah di laboratorium. Nilai laju filtrasi glomerulus (FLG) akan diukur di tes ini, dengan menghitung jumlah darah yang disaring glomerulus—bagian ginjal yang berfungsi sebagai penyaring.

Deteksi dini penyakit ginjal kronis juga bisa dilakukan di laboratorium dengan pemeriksaan albumine urine kuantitatif. Tahap paling awal untuk risiko nefropati diabeti—istilah medis untuk penyakit ginjal serius, termasuk dari komplikasi diabetes dan hipertensi—ditandai dengan mikroalbuminuria, yaitu ditemukannya sejumlah kecil protein albumin di dalam urine. 

Ilustrasi tes urine(thinkstock/jarun011)

Bila mikroalbuminuria terjadi, artinya ada gangguan stadium dini pada glomerulus ginjal, yang ini masih bisa diobati. Tes ini dilakukan dengan sampel air seni yang telah ditampung selama 24 jam atau rentang waktu tertentu—bila memang tidak memungkinkan pengambilan sampel urine tertampun 24 jam.

Urine yang diambil sewaktu juga bisa menjadi alternatif, tetapi hasil pemeriksaan harus dibandingkan dengan nilai kreatinin— “limbah”  kimia dalam darah yang disaring oleh ginjal dan dibuang ke dalam urine.

Hasil pemeriksaan albumine urine kuantitatif dikatakan normal apabila urin yang ditampung selama 24 jam (mg/24 jam) kurang dari 30, urin ditampung dalam waktu tertentu (mg/menit) < 20, dan urin diambil sewaktu (mg/mg kreatinin) kurang dari 30.

Tes tersebut sebaiknya dilakukan pada masa pubertas atau lima tahun setelah seseorang mendapat diagnosis menderita diabetes melitus tipe satu. Sementara itu, penyandang diabetes melitus tipe dua sebaiknya melakukan pemeriksaan awal segera setelah mendapat didiagnosis, kemudian rutin mengecek urine setahun sekali atau sesuai petunjuk dokter.

Seperti kata pepatah, selalu lebih baik menyiapkan payung sebelum hujan, mencegah sebelum kejadian, memeriksa diri sedini mungkin sebelum sakit tiba. Waspadalah!

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai Gagal Ginjal “The Silent Killer”

Subscribe kanal YouTube dan Like fanpage Facebook TribunStyle.com berikut ini:

Sumber: KOMPAS
Halaman 2/2
Tags:
gagal ginjalthe silent killer
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved