Breaking News:

Warning BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi Bisa Capai 4 Meter, Hindari Wilayah Ini

BMKG rilis peringatan dini gelombang tinggi capai 4 meter landa perairan di Indonesia, liburan sambut Tahun Baru 2019 sebaiknya hindari wilayah ini.

Penulis: galuh palupi
Editor: Mohammad Rifan Aditya
@InfoHumasBMKG
Peringatan dini gelombang tinggi 

Perairan Bitung Manado, laut Maluku bagian Utara, perairan Halmahera, laut Halmahera, perairan Utara Papua Barat hingga Papua dan Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua juga berpeluang menghadapi gelombang tinggi.

Perbedaan Tsunami dan Gelombang Tinggi

Dilansir dari Kompas.com, dalam konferensi pers tsunami Selat Sunda di Yogyakarta, Minggu (23/12/2018) kemarin, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan beberapa perbedaan mendasar antara gelombang tinggi dan gelombang tsunami.

Gelombang tinggi karena tiupan angin terjadi secara perlahan dan dengan tanda-tanda bisa diprediksi sebelumnya, misalnya perubahan ekstem sebelum kejadian.

Pasca Tsunami Banten & Lampung, Tulisan Selat Sunda Rawan Bencana oleh Kabid BMKG Ini Jadi Trending

BMKG pun rutin mengeluarkan peringatan gelombang tinggi di berbagai daerah jika memang diprediksi akan terjadi.

Namun tidak dengan tsunami yang kejadiannya tidak dapat diprediksi dan mendadak.

Prakiraan cuaca BMKG di seputar Tanjung Lesung Banten 25 - 27 Desember 2018
Prakiraan cuaca BMKG di seputar Tanjung Lesung Banten 25 - 27 Desember 2018 

"Gelombang pasang tidak terjadi seketika, tapi secara pelan. Kalau tsunami, terjadi tadi malam itu, terjadi tiba-tiba. Terjadi tiba-tiba sekali, tidak ada (pertanda). Makanya kalau kita melihat kan masyarakat masih banyak melakukan aktivitas, Band Seventeen masih jalan, baru dua lagu itu," kata Sutopo kepada awak media.

Kemudian, dari video di atas dapat dilihat bahwa gelombang tsunami disertai dengan kekuatan dorong yang besar, berbeda dengan gelombang tinggi yang kekuatannya berdasarkan angin.

Warning BMKG: Cuaca Gelombang Tinggi 25-31 Desember 2018 Seluruh Indonesia, Hindari Liburan di Sini

Hal ini menyebabkan gelombang tsunami memiliki sifat destruktif atau merusak yang lebih besar ketika sudah sampai di daratan dibandingkan dengan gelombang tinggi yang disebabkan oleh angin.

Terakhir, gelombang karena angin hanya terjadi di permukaan saja, sementara gelombang tsunami terjadi dari bagian dalam laut.

Hal itu karena adanya pergerakan lempeng atau dasar lautan yang terjadi secara tiba-tiba sehingga menyebabkan adanya dorongan gelombang dari dalam.

(TribunStyle.com,Galuh Palupi)

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/2
Tags:
TribunStyle.comBMKGTwittergelombang tinggiKepulauan SeribuSutopo Purwo NugrohoBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved