Luapan Kemarahan Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya

Meluapkan rasa kecewa atau amarah ternyata baik untuk kesehatan mental seseorang, ini penjelasannya.

Luapan Kemarahan Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental, Begini Penjelasannya
Huffington Post
Ilustrasi 

TRIBUNSTYLE.COM - Orang yang paling bahagia ternyata bukanlah orang yang tak pernah menunjukkan rasa marahnya, ungkap sebuah temuan baru.

Itu karena kebahagiaan lebih dari sekadar merasa senang sepanjang waktu, kata penulis studi.

Kebahagiaan juga tentang merasakan emosi lain, seperti kecewa atau marah, yang sama-sama berharga bagi kesehatan mental.

Ramalan Kesehatan & Karir Zodiak Rabu 19 Desember 2018 - Leo Sibuk Kompetisi, Gemini Bikin Bos Luluh

Tak bisa dipungkiri, dalam beberapa budaya, ada banyak tekanan untuk merasa baik sepanjang waktu.

Tetapi bagi beberapa orang, terus memendam perasaan yang tidak menyenangkan, dapat menjadi “bom waktu” dan menciptakan perasaan kurang bahagia dalam jangka panjang.

Walau ada juga, beberapa orang yang memang tak bisa marah.

Untuk mempelajari dampak berbagai emosi terhadap keseluruhan kebahagiaan, peneliti Maya Tamir PhD dan rekan-rekannya di Hebrew University of Jerusalem, melakukan wawancara dengan 2.324 mahasiswa di delapan negara, termasuk Amerika Serikat.

Para peserta disurvei tentang perasaan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari, serta perasaan apa yang paling ingin mereka tunjukkan.

Peserta juga menjawab pertanyaan tentang gejala depresi dan kepuasan hidup.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Archieva Nuzulia Prisyta Devi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved