Bagaimana Hukum Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad
Berikut ini penjelasan dari Ustaz Abdul Somad tentang hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, perhatikan baik-baik!
Editor: Mohammad Rifan Aditya
TRIBUNSTYLE.COM - Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada hari Selasa 20 November 2018.
Bagaimana hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW?
Berikut ini penjelasan dari Ustaz Abdul Somad tentang hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Terdapat dua pendapat mengenai hukum memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.
Pertama, menyebut peringatan ini adalah bid'ah. Pendapat kedua sebaliknya, yaitu memperbolehkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Lantas, harus pilih yang mana?
Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya menjelaskan terkait hukum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
• Maulid Nabi Muhammad SAW, 17 Rabiul Awwal, Inilah Bacaan Doa dan Salawat Berikut Amalannya
• Maulid Nabi – Berikut Amalan Utama untuk Menyambut Kelahiran Baginda Rasullulah Muhammad SAW
Menurutnya, ada sekitar 300 ribu hadist yang menerangkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW boleh dilakukan. Adapun yang menganggap peringatan ini bid'ah, kata Abdul Somad, hanya sebagian kecil ulama Arab Saudi.
Dalam ceramahnya, Ustaz Abdul Somad memaparkan beberapa hadist serta pendapat ulama besar mengenai dasar diperbolehkannya maulid Nabi Muhammad SAW.
Salah satunya adalah Rasulullah SAW ternyata mengenang hari lahirnya sendiri.
Bukan setahun sekali, melainkan setiap minggu di hari senin.
Rasulullah SAW pernah ditanya mengapa melaksanakan puasa hari Senin.
Rasulullah SAW menjawab, "Pada hari itu aku dilahirkan dan hari aku dibangkitkan (atau hari itu diturunkan [Alquran] kepadaku). (HR Muslim)
Adapun alasan lainnya merujuk pada penafsiran Rasulullah terhadap kalimat Ayyamillah dalam Qs Ibrahim [14]: 5 yang berbunyi, "Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah."
"Imam an-Nisa'i Abdullah bin Ahmad dalam Zawa'id al-Musnad, al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman dari Ubai bin Ka'ab meriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa Rasulullah SAW menafsirkan kalimat Ayyamillah sebagai nikmat-nikmat dan karunia Allah SWT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ustaz-abdul-somad_20171227_223513.jpg)