Wawancara Eksklusif

Perjalanan, Nyawa, dan Momen Spiritual dalam 'Mantra Mantra' Kunto Aji

Banyak isu menarik yang diangkat Kunto Aji lewat album Mantra Mantra, mulai dari mental health, self healing, hingga kisah tentang overthinker.

Perjalanan, Nyawa, dan Momen Spiritual dalam 'Mantra Mantra' Kunto Aji
TribunStyle/Yohanes Endra Kristianto
Kunto Aji 

Jadi seperti ada yang membantu saya, banyak suara-suara di kepala saya dan sepertinya mereka (lagu-lagu ini) sepakat di satu titik untuk membuat album ini dan akhirnya satu per satu puzzle itu terangkai dengan baik.

Kunto Aji benar-benar meninggalkan flute dan lebih banyak bermain dengan gitar elektrik ya? Apa yang mendasari perubahan drastis ini?

Yang mendasari perubahan drastis ini adalah saya ingin album ini soundscape-nya lebih luas.

Saya ingin album ini lebih punya ambience, ruang yang besar tapi tertutup.

Karena saya menggambarkannya, album ini adalah kepala saya.

Jadi memang banyak sekali hal yang berada di situ dan itu tidak bisa ditangkap dengan instrumen-instrumen yang terlalu organik.

Kalau flute kan sangat organik sekali, jadi musik yang bisa kawin dengan flute biasanya adalah musik organik.

Itu yang ada di bayangan saya sih, bisa jadi saya salah juga.

Tapi di album ini saya tidak ingin ada sisi organik itu, saya mau menghilangkan itu, lebih banyak soundscape, dan akhirnya saya jatuh cinta sekali dengan sound gitar elektrik, sudah suka dari dulu sih tapi sekarang semakin cinta.

Ketika di jalan nggak ada gitar elektrik pun jadi nggak bisa bikin lagunya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: yohanes endra
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved