Wawancara Eksklusif

Perjalanan, Nyawa, dan Momen Spiritual dalam 'Mantra Mantra' Kunto Aji

Banyak isu menarik yang diangkat Kunto Aji lewat album Mantra Mantra, mulai dari mental health, self healing, hingga kisah tentang overthinker.

Perjalanan, Nyawa, dan Momen Spiritual dalam 'Mantra Mantra' Kunto Aji
TribunStyle/Yohanes Endra Kristianto
Kunto Aji 

Album 'Mantra Mantra' ini tuh vertikal dan horizontal secara bersamaan.

Dalam arti, secara vertikal album ini tuh spiritual, berkaitan dengan hubungan saya dengan Yang Di Atas.

Secara horizontal, album ini berbicara tentang menemukan jati diri saya sendiri yang juga dialami semua orang, seperti hal-hal tentang ketika kita berada di titik terbawah dari hidup kita.

Berada di titik nol membuat kita benar-benar menyadari hidup, di mana kita sadar harus berbuat apa.

Setelah didengarkan, album 'Mantra Mantra' ini seperti sebuah buku ya? Dibuka dengan lagu 'Sulung' dan diakhiri dengan 'Bungsu'. Bahkan rasanya kurang lengkap bila tidak didengarkan secara keseluruhan. Apa memang konsepnya demikian?

Iya memang sudah tergambarkan di kepala saya sih, cuma waktu itu gambarannya masih memencar-mencar, mencari bentuk sampai akhirnya terciptalah lagu-lagu ini.

Lagu 'Sulung' dan 'Bungsu' ini diciptakan terakhir dan dua lagu ini seperti yang membuat pagar untuk album ini.

Album ini dibuka dengan 'Sulung' dan lagu ini diawali dengan suara saya, kemudian memperkenalkan instrumen apa saja yang ada di album ini supaya orang nggak kaget dengan album ini yang sangat berbeda dengan album pertama.

Lalu 'Bungsu' menutupnya dengan rasa yang sedang saya nikmati, pergeseran musik yang saya nikmati, selain itu pesannya juga sangat relatable.

Akhirnya lagu-lagu ini pasti ada kekuatannya karena album ini sangat spiritual.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: yohanes endra
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved