Napiter Teroris Kasus Palembang Ungkap Sosok Briptu Syukron, 'Kenapa Orang Baik Malah Dibunuh'
Video pengakuan napiter teroris kasus Palembang soal korban kerusuhan Mako Brimob telah tersebar di Twitter dan Youtube.
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Mohammad Rifan Aditya
TRIBUNSTYLE.COM - Pasca kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat dan bersamaan dengan terjadinya teror bom di Surabaya beredar sebuah video pengakuan napiter teroris yang cukup mengejutkan di media sosial.
Video pengakuan napiter teroris kasus Palembang ini telah tersebar di Twitter dan Youtube.
Akun Twitter @IisSintia2 mengunggah video tersebut pada 13 Mei 2018.
"ini nih pengakuan dari napiter teroris #KamiTidakTakut #BersatuLawanTerorisme #PolriSBYSyahid" begitu tulis @IisSintia2.
• CCTV Rekam Pengendara Motor Masuk & Bom Meledak Tampak Jelas dari Sisi dalam Gereja di Surabaya
Tampak dalam video berdurasi 1 menit 30 detik itu seorang pria memakai sarung dan peci membuat sebuah pengakuan.
Pria itu mengaku sebagai mantan napi kasus teroris di Palembang.

Dia juga mengaku pernah ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Mantan napi ini mengungkapkan sosok penjaga rutan yang menjadi korban kerusuhan kemarin.
Penjaga rutan yang dimaksudnya adalah Briptu Syukron Fadli.
Briptu Syukron Fadli menjadi salah satu dari lima polisi yang gugur dalam kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Selasa (10/5/2018) kemarin.
"Dulu di Kelapa Dua, Depok itu ada penjaga namanya Pak Syukron," kata mantan napi ini dalam video berikut.
"Tadi juga saya baca itu, beliau ini ditembak mati ya."
• Dua Pria & Satu Wanita di dalam Lift Lakukan Hal Tak Terpuji, Si Cewek sampai Tutup CCTV
"Pak Syukron ini terkenal baik karena membantu dulu kami bersama ikhwan-ikhwan bersama Pak Syukron ini sering minta tolong dan sering dikeluarkan main bola bareng, makan bareng dan sebagainya," tambahnya.

"Tapi sekarang, kenapa jadi seperti ini orang yang baik tapi malah dibunuh," ujar mantan napi itu.
"Ini rasa simpati saya turut berbela sungkawa kepada para bapak polisi yang baik kepada kami tapi malah dibunuh oleh orang-orang yang mudah sekali mengkafirkan kaum muslimin."