Gadis-Gadis Muda Ini Dipaksa Makan 16 ribu Kalori Sehari, Alasannya Bikin Geram!
Namun, ada juga ritual yang tak kalah mengerikannya yaitu ritual bernama leblouh yang biasanya terjadi di area rural di Mauritania
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Ia juga mengatakan bahwa gadis-gadis yang tak menyelesaikan makanannya akan dihukum.
Salah satu metode penghukuman adalah dengan menancapkan jari kaki mereka ke sebuah batang kayu dan kemudian menekan jari mereka sehingga gadis tersebut merasakan sakit di kakinya.
Gadis-gadis yang digemukkan mengkonsumsi sekitar 16 ribu kalori, dan sudah sangat sering hingga mereka harus muntah-muntah.
Biasanya mereka makan empat kali sehari.
Untuk sarapan, mereka biasanya memakan roti yang dicelupkan ke minyak zaitun dengan susu unta.
Setelah itu sepanjang hari mereka disuguhi roti, susu kambing, buah ara, couscous dan lebih banyak susu unta.
Setelah dipaksa untuk makan, gadis-gadis ini dilarang untuk melakukan apa pun dan harus istirahat.
Tijanniya Mint Tijani adalah seorang gadis muda yang dikirim ke kamp penggedutan tersebut.
"Kamu akan pergi liburan ke gurun untuk bertemu gadis lain dan makan-makanan yang manis," ungkap ibunya kepada Tijanniya Mint Tijani melansir dari Marie Claire.
Awalnya, Tijanniya sangat senang dengan hal itu.
"Ia mengatakan bahwa saat aku pulang ke rumah, aku akan menjadi wanita yang cantik," ungkapnya.
Sepuluh hari kemudian, Tijanniya yang berusia 14 tahun dipaksa menghuni sebuah gubuk di Gurun Sahara.
Di situ ia sering dihukum cambuk oleh Aminetou Mint Elhacen (50) jika ia menolak untuk makan.
Jika ia muntah sekali pun, Mint Elhacen akan memaksa memakannya lagi.
"Tujuan kami di situ adalah diberi makan hingga badan kami membesar seperti balon," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/tradisi-leblouh_20180512_191412.jpg)