Breaking News:

Gadis-Gadis Muda Ini Dipaksa Makan 16 ribu Kalori Sehari, Alasannya Bikin Geram!

Namun, ada juga ritual yang tak kalah mengerikannya yaitu ritual bernama leblouh yang biasanya terjadi di area rural di Mauritania

Penulis: Dimas Setiawan Hutomo
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
Tradisi Leblouh 

TRIBUNSTYLE.COM - Masyarakat di Afrika memang masih banyak yang menganut budaya patriarki.

Dan tentu saja gadis-gadis muda dan para wanitanya yang menanggung nilai-nilai tradisional yang terkadang sangat merugikan mereka tersebut.

Seperti praktik pembersihan seksual di mana gadis-gadis muda di negara-negara seperti Malawi, Kenya dan Uganda harus melakukan hubungan intim sebagai bagian dari ritual pembersihan jika mereka baru pertama kali menstruasi, atau melakukan aborsi atau juga baru kehilangan suaminya.

()

Dan tentu saja yang paling mengerikan adalah Mutilasi Organ Wanita (FGM) di mana organ kelamin wanita dipotong sebagai tanda bahwa mereka sudah dewasa.

Namun, ada juga ritual yang tak kalah mengerikannya yaitu ritual bernama leblouh yang biasanya terjadi di area rural di Mauritania, Sahara Barat dan Maroko selatan.

Melansir dari Viral Thread, Leblouh merupakan proses mengerikan di mana gadis dipaksa untuk makan sejak umur lima tahun untuk menghadapi pernikahannya di masa depan.

()

Di Mauritania, wanita yang bertubuh besar dianggap lebih menarik dan lebih kaya dibanding wanita yang memiliki tubuh ramping dan dianggap tak layak untuk menikah.

Sayangnya, leblouh ini tetap dianggap sah di negara tersebut dan membuat korbannya tetap dipaksa untuk makan dengan jumlah yang sangat banyak dalam sehari.

()

Gadis-gadis yang menjadi korban dari tradisi mengerikan ini dikirim ke sebuah kamp penggemukan di mana mereka dipaksa untuk mengkonsumsi ribuan kalori per harinya.

Kamp-kamp ini biasanya dikelola oleh wanita tua yang biasa disebut "penggemuk."

Dalam sebuah interview dengan koresponden CNN Mohamed Yahya Abdul Wedoud, perempuan bernama Mariam Mint Ahmed membuka kisahnya tentang leblouh.

()

"Hal ini menjadi tanggung jawab kami sebagai generasi muda untuk menghentikan adat yang mengancam nyawa kami," ungkapnya.

"Aku tahu banyak gadis yang tak berdosa dibuat gendut tanpa persetujuan mereka untuk dinikahkan dan beberapa dari mereka ada yang sakit.

"Aku merasa sangat sedih merasakan mereka harus berjuang dengan tekanan darah, hipertensi dan penyakit jantung."

()

"Gadis-gadis di Mauritania telah menderita banyak karena tradisi leblouh. Mereka dipaksa untuk makan dengan jumlah yang sangat banyak dan minum susu kambing atau sapi dari mangkuk besar," tambah Mint Ahmed.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Tags:
MauritaniaMarokoViral Thread
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved