Breaking News:

Cerita Viral

Suara Merdu & Penampilan Via Vallen Dianggap Sempurna, Tapi Pria Ini Terusik pada Satu Hal

Di tengah karirnya sedang naik, ada orang yang merasa terganggu dan terusik dengan satu hal dari sosok Via Vallen.

Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Mohammad Rifan Aditya
Kolase TribunStyle

Contoh kata yang mengandung fonem apiko-palatal /th/ adalah : /th/u/th/uk (dipukul dengan benda tepat pada kepala), ba/th/uk (kening), /th/ukul (tumbuh), man/th/uk (mengangguk), /th/ênguk-/th/ênguk (duduk dengan nyaman sendirian), dll.

Dik Via ini seringkali mengucapkan fonem apiko-dental /d/ menjadi fonem apiko-palatal /dh/. Sehingga menjadi tidak ada beda lagi antara fonem apiko-dental /d/ dengan fonem apiko-palatal /dh/. Juga kerap kali mengucapkan fonem apiko-palatal /th/ menjadi fonem apiko-palatal /t/. Sehingga tidak ada beda lagi antara fonem apiko-palatal /th/ dengan fonem apiko-dental /t/. Jauh-jauh hari gejala seperti ini terjadi pada anak-anak muda Jawa yang sok kota.

Satu gejala yang bisa mengacaukan bahasa Jawa karena jika dibiar-biarkan maka tidak akan ada lagi perbedaan pengucapan : wê/d/i (takut) dengan wê/dh/i (pasir). Kedua kata tersebut akhirnya dipukul rata diucapkan menjadi : wêdhi (pasir). Tidak ada perbedaan lagi kata : Mên/d/êm (mabuk) dengan mên/dh/êm (mengubur). Kedua kata ini dipukul rata diucapkan menjadi : mêndhêm (mengubur). Jika terus-menerus begini, rusaklah bahasa Jawa akhirnya.

Dan menjadi sangat bermasalah ketika sosok Via Vallen yang kini telah menjadi figur sekaligus icon baru penyanyi Jawa yang menasional, malah seringkali salah dalam mengucapkan beberapa fonem Jawa secara tepat.

Yang menjadi ketakutan saya, banyak anak muda Jawa yang terlanjur mengidolakan Via Vallen akhirnya ikut-ikutan salah kaprah karena mencontoh apa yang diucapkan oleh idolanya dan semakin tidak bisa membedakan pengucapan beberapa fonem Jawa sebagaimana mestinya.

Karenanya saran saya kepada Via Vallen, cobalah belajar lagi mengucapkan fonem Jawa dengan tepat, jangan dibuat-buat, sebagai orang Jawa pasti sampeyan bisa. Sepanjang belum benar sampeyan mengucapkan, selama itu pula saya belum bisa mengidolakan sampeyan.

Saya tetap konsisten mengidolakan Nella Kharisma atau Ratna Antika yang selain cantik, suaranya juga merdu sekaligus yang terpenting, sangat tepat ketika mengucapkan fonem-fonem Jawa ketika menyanyikan lagu-lagu Jawa.

Jika suatu saat nanti Via Vallen sudah bisa memperbaiki pengucapan beberapa fonem Jawa yang seringkali salah dia ucapkan, sudah barang tentu saya akan ikut mengidolakannya juga.

Sekali lagi, sebenarnya suaranya khas dan bagus, namun sayang, masih kurang tepat dalam pengucapan beberapa fonem Jawa.

Love You Dik Via.
Damar Shashangka.
13 Januari 2018"

Namun beberapa netizen tidak setuju dengan pendapat DAMAR SHASHANGKA.

Ada yang berpendapat kalau logat jawa tiap daerah itu berbeda.

Selian itu ada pula yang menganggap pria tersebut promosi idolanya.

"Wlaupun berbeda beda tp tujuan sama. setiap desa pasti punya logat nada bicara sendiri sendiri.... meskipun itu masih sedaerah (sekota) tp sudah berbeda beda." tulis Rahsya Fatikhin.

"Huahahahahaha. Pada akhirnya promosi idolanya. Itu Lagu lama brohh. Jadi terkenal itu semua butuh proses. Bukanya secara intans." tulis Ikin Mahendra.

Apakah kalian yang mengaku orang Jawa juga mengalami hal seperti itu?

(TribunStyle.com/Rifan Aditya)

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 3/3
Tags:
FacebookVia VallenDAMAR SHASHANGKA
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved