Tak Banyak Tahu, Teori Ini Patahkan Pendapat Atlantis Ada di Indonesia!
Sebuah studi menyebutkan Atlantis sebuah dongeng kuno ini benar-benar nyata di Bumi.
Editor: Desi Kris
TRIBUNSTYLE.COM - Sebuah studi menyebutkan Atlantis sebuah dongeng kuno ini benar-benar nyata di Bumi.
Beberapa teori mengungkapkan atlantis berada di sejumlah tempat, seperti di salah satu pulau di Kepulauan Cyclades di tengah Laut Aegea dan sebagian lagi percaya Atlantis berada di Indonesia.
Atlantis digambarkan filsuf Plato adalah negeri yang makmur namun menghilang tanpa jejak setelah tenggelam ke laut.
Ilmuan juga mulai mencari jejak-jejak Atlantis termasuk di Indonesia.
• Foto dan Gendong Bayi Lucu, Heidy Sunan Ibunda Salmafina Kode Ingin Punya Cucu?
Dikutip dari berbagai sumber, Dhani Irwanto, seorang peneliti sejarah dan penulis buku Atlantis: The Lost City is in Java Sea.
Dirinya menemukan bahwa ternyata terdapat 60 kecocokan dari hasil penelitiannya dengan apa yang telah dikatakan oleh Plato berabad-abad silam dalam bukunya tentang Atlantis.
“Ada 60 kecocokan dengan apa yang diungkapkan oleh Plato dengan hasil riset yang saya lakukan, dan diyakini pusat peradaban Atlantis kini berada di dasar laut yang tertutup terumbu karang dekat Pulau Bawean di Laut Jawa,” ungkap Dhani Irwanto pada acara Geosharing 2016 yang diselenggarakan di Lawang Wangi, Lembang, kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Namun pendapat tersebut berbanding terbalik dengan teori yang menyebutkan hancurnya Atlantis dilihat dari sejarah keruntuhannya.
Atlantis diperkirakan hilang akibat adanya gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami yang membuat daratan Atlantis menghilang.
• Dapat Kejutan Baby Shower dari Para Sahabat, Penampilan Andi Soraya Jadi Sorotan, Kok Tambah Cantik?
Temuan terbaru menyebutkan bahwa kaldera gunung berapi dan dibanjiri oleh air laut setelah letusan terjadi tetapi banjir itu sendiri tidak mungkin menciptakan tsunami.
Hal tersebut terbalik dengan keadaan di Indonesia yang gempa dangkal yang sering menyebabkan tsunami.
Sebaliknya, para peneliti percaya bahwa piroklastik dalam volume yang besar dari gunung berapi mengalir dalam kecepatan tinggi ke laut, sehingga cukup kuat dalam menggerakkan air untuk menciptakan tsunami ke daratan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/atlantis_20171211_142345.jpg)