Susah Gemuk Padahal Sudah Sering Makan Berat dan Ngemil? Ternyata Ini yang Mungkin Terjadi
Guys, apakah kamu termasuk orang yang kurus dan ingin gendut? Jika ya, maka mungkin kamu akan memilih sering nyemil dan makana berat.
Penulis: Triroessita Intan Pertiwi
Editor: Dimas Setiawan Hutomo
TRIBUNSTYLE.COM - Guys, apakah kamu termasuk orang yang kurus dan ingin gendut?
Jika ya, maka mungkin kamu akan memilih sering nyemil dan makana berat.
Sayangnya cara ini ternyata bisa saja tidak efektif untuk kamu, namun efektif untuk temanmu.
Dengan pola diet yang sama, bisa saja teman kita lebih cepat mengalami penurunan berat badan.
Dan ternyata, perbedaaan ini terjadi karena setiap orang memiliki respons gula darah yang berbeda pada makanan yang sama.
Demikian menurut penelitian menarik terbaru yang diterbitkan dalam Cell melansir prevention.com.
Itu artinya, predikat diet terbaik untuk menurunkan berat badan (dan semua diet dengan saran agar kita mengonsumsi makanan rendah glikemik) bisa jadi keliru.
Bagaimana bisa dokter dan ahli gizi melenceng pada ilmu gula darah?
Selama beberapa dekade, para ahli telah menggunakan indeks glikemik (IG) untuk menentukan bagaimana makanan tertentu meningkatkan level gula darah.
Dalam konsep tersebut diyakini bahwa semakin tinggi IG sebuah makanan, semakin tinggi lonjakan gula darah setelah kamu memakannya sehingga menyebabkan tubuh melepaskan insulin atau lebih dikenal sebagai hormon "penyimpanan lemak".
Gula darah tinggi juga dikaitkan dengan obesitas dan tentunya penyakit diabetes.
Teori tersebut telah menjadi doktrin gizi selama bertahun-tahun sampai kemudian para peneliti dari Weizmann Institute of Science di Israel menyimpulkan bahwa respons gula darah pada makanan tidak sama pada tiap orang.
Dalam riset tersebut, sebanyak 800 relawan dilibatkan, dan kadar gula darah mereka dicatat menggunakan monitor portabel secara terus-menerus selama satu minggu penuh.
Para peserta harus mencatat semua yang mereka makan, termasuk sarapan standar yang sama pada setiap orang.
Para peneliti menemukan bahwa "standar" IG tidaklah sangat standar, yakni setiap orang memiliki respons gula darah yang berbeda secara dramatis terhadap makanan yang sama, meskipun makanan-makanan tersebut dianggap sehat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-orang-susah-gemuk_20171115_152345.jpg)