Waduh! Gereja di Afrika Selatan ini Mendadak Viral Karena Kombinasikan Konsep Agama dan Hal ini!
"Jika Anda minum bir, Anda akan dibaptis dengan bir. Hal yang sama berlaku untuk mereka yang minum sari buah dan minuman beralkohol lainnya,"
Penulis: Bobby Wiratama
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNSTYLE.COM - “Praise the Lord and pass the libation” Begitulah motto gereja non-ortodoks yang terletak di dekat Johannesburg, Afrika Selatan ini.
Gabola Church of International Ministries mengambil namanya dari kata bahasa Tswana untuk "minum" dan mendorong anggota jemaat-nya untuk minum selama masa ibadah.
Benua Afrika bisa dibilang sebagai rumah bagi banyak gereja-gereja yang menggunakan metode tidak konvensional.
Berbagai pengkhotbah di bagian dunia satu ini juga kerap menggunakan berbagai jenis ritual aneh untuk menarik umatnya.
• Hamili Istri Orang, Pria ini Dimaafkan Setelah Lakukan Hal Tak Terduga ke Suami yang Diselingkuhi
Hal ini jugalah yang dilakukan oleh Gereja Gabola di Johannesburg tersebut.
Mereka tercatat sebagai gereja pertama memilih alkohol sebagai tema utama ibadahnya.
Melansir dari Daily Sun, di Gabola, pembaptisan dilakukan dengan menggunakan minuman beralkohol yang disukai umat jemaahnya.
Alkohol juga dikonsumsi selama khotbah, dengan minuman seperti bir, wiski dan anggur yang diurapi oleh pendiri gereja dan uskup dari tempat ibadah tersebut yakni Tsietsi Makiti.
Bagi banyak orang, alkohol dan pemujaan Tuhan merupakan hal yang tidak nyambung, namun bagi Makiti, ia memiliki alasan tersendiri kenapa mengandalkan alkohol untuk menarik para kongregat.
Dia mengklaim bahwa misi gereja tersebut adalah untuk menyambut para peminum yang telah ditolak oleh gereja tradisional.
Makiti mengatakan bahwa berdirinya gereja ini untuk menyediakan tempat yang aman untuk minum sembari menyembah Tuhan.
"Di sinilah mereka yang diberi label 'pemabuk' oleh gereja lain dipersilahkan untuk datang beribadah" kata Makiti kepada Daily Sun.
"Ini adalah tempat bagi orang-orang untuk berkumpul bersama dalam nama Tuhan tanpa merasa malu untuk menjadi seorang peminum. Kami hanya mengatakan ini adalah lingkungan dimana seseorang bisa minum tanpa diadili sama sekali "
Uskup Tsietsi Makiti mendirikan gerejanya sekitar bulan September 2017 yang lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/tsietsi-makiti-saat-melakukan-ritual-ibadah_20171109_183710.jpg)