Breaking News:

Ternyata Inilah Kegunaan Sebenarnya Leher Jerapah yang Panjangnya Bukan Kepalang

Tidak jarang anak-anak pun bertanya mengapa hewan ini memiliki leher yang begitu panjang.

Zoo-berlin.de
Jerapah 

TRIBUNSTYLE.COM -  Dengan tinggi yang mencapai 5,8 meter dan leher 1,8 meter, jerapah menjadi hewan darat yang ikonis dan dikagumi oleh anak-anak.

Tidak jarang anak-anak pun bertanya mengapa hewan ini memiliki leher yang begitu panjang.

Kebanyakan orang tua kemudian akan menjawab bahwa leher jerapah berfungsi untuk membantu mereka memakan dedaunan di pohon yang tinggi.

Penjelasan yang sangat populer ini adalah salah satu dari dua teori yang paling umum digunakan untuk menjelaskan mengapa jerapah berevolusis untuk memiliki leher yang panjang.

Serem! Karena Alasan Ini, Jerapah Dewasa Tiba-Tiba Menendang Dokter Hewan di Depannya

Pertama kali dicetuskan pada tahun 1809, naturalis Perancis Jean Baptise Lemarck menyebutkan bahwa leher panjang jerapah merupakan bentuk survivalitas saat mencari makan. 

Jerapah berleher panjang diyakini hidup lebih lama dari yang berleher pendek sehingga dapat fitur tersebut dapat diturunkan dari generasi ke generasi. 

Namun, penelitian Truman P Young dan Lynn A Isbel pada tahun 1991 menyatakan bahwa tidak semua jerapah menyukai daun yang tinggi.

Para pendukung teori kedua ini percaya bahwa leher yang panjang tersebut merupakan hasil dari usaha mempertahankan keturunan jerapah per individu.

Dipublikasikan dalam The American Naturalist pada 1996, pejantan jerapah akan bertarung dengan saling memukulkan lehernya untuk mendapatkan betina.

Dalam pertarungan ini, pemilik leher panjang cenderung menjadi pemenang sehingga gen mereka pun diteruskan ke generasi berikutnya.

Kini, teori baru muncul melalui penelitian yang diterbitkan di Journal of Arid Environment edisi Oktober 2017 oleh Graham Mitchell dan timnya dari University of Wyoming.

Mereka menyatakan bahwa leher jerapah membantu mengatur suhu tubuh di iklim panas Afrika.

Ide ini sebetulnya bukanlah sesuatu yang baru. Pada tahun 1963, A Brownlee telah mengungkapkan pendapat serupa.

Mitchell lalu mulai memikirkan cara untuk membuktikan ide tersebut sejak 2009.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved