Meresahkan! Tersiar Kabar Sate Daging Anjing & Kucing Dijual di Bazar Ramadan Singapura
Belum ada penyelidikan dari pihak berwajib tapi banyak warga Singapura yang tidak mempercayai jika ini sebenarnya terjadi.
Penulis: Mohammad Rifan Aditya
Editor: Delta Lidina Putri
TRIBUNSTYLE.COM - Banya yang bilang bahwa bulan Ramadan itu adalah bulan penuh berkah.
Hal ini memang benar, umat muslim dijanjikan mendapat pahala berlimbah jika tekun beribadah selama bulan Ramadan.
Tapi tidak hanya berkah pahala saja.
• Kisah Tukang Sate Ini Berhasil Menginspirasi Dan Menohok Ribuan Netizen Dengan Prinsip Hidupnya!
Dalam budaya dan tradisi bulan puasa ini beberapa orang lainnya juga mendapatkan berkah Ramadan dalam bentuk uang.
Dagangan mereka laris manis diburu orang yang berpuasa.
Beberapa acara digelar selama bulan Ramadan, entah itu promo atau bazar.
Namun justru dengan adanya kesempatan mendapatkan uang berlimpah inilah beberapa oknum melakukan kecurangan.
Seperti kabar yang baru-baru ini tersiar di media sosial Singapura.
Melansir dari Worldofbuzz.com (8/6/2017) sebuah postingan Facebook yang mengkhawatirkan mulai beredar di kalangan netizen di Singapura dan itu menyebabkan spekulasi tingkat nasional.
Pos yang dimaksud mengklaim bahwa sebuah kios di Geylang's Ramadan Bazaar, Singapura menggunakan daging kucing dan anjing untuk dibuat sate.
Katanya, penjual kios itu tertangkap basah mencobamembumbui daging anjing dan kucing.
Itu juga dilengkapi dengan beberapa gambar yang mengganggu seperti ini.
Satu gambar menunjukkan seekor anjing yang terikat dan hampir semua dagingnya dipotong dari leher hingga ke bawah.
Tak perlu dikatakan lagi, ini adalah pemandangan yang cukup mengerikan untuk disaksikan.
• Kisah Pak Haji Ramli, Tukang Sate yang Prinsip Hidupnya Menginspirasi Puluhan Ribu Warga Dunia Maya
Belum ada penyelidikan dari pihak berwajib tapi banyak warga Singapura yang tidak mempercayai jika ini sebenarnya terjadi.
Banyak dari mereka menunjukkan bahwa foto tersebut bahkan tidak terlihat seperti di Singapura.
Ada seorang netizen yang menunjukkan bahwa gambar anjing berdarah itu sebenarnya berasal dari Festival Yulin Dog tahunan yang diadakan di China.
Banyaknya orang yang spekulasi ini akhirnya tidak dapat diabaikan oleh otoritas setempat.
Menurut Stomp, National Environment Agency Singapura (NEA) saat ini sedang menyelidiki klaim dalam postingan Facebook tersebut.
Mereka mengeluarkan sebuah pernyataan, yang mengatakan:
"National Environment Agency (NEA) menyadari pesan yang beredar secara online yang mengklaim bahwa sebuah kios di Geylang Serai Bazaar menjual sate yang terbuat dari daging anjing dan kucing."
"Berdasarkan pemeriksaan NEA pada 31 Mei 2017, Stall 124 di Geylang Serai Bazaar menjual 'dengdeng' dan bukan sate, seperti yang diklaim dalam posting online tersebut."
"Investigasi lebih lanjut sedang berlangsung."
Sementara itu orang Singapura lainnya percaya bahwa tidak ada daging anjing atau kucing yang dijual di Bazaar Ramadhan Geylang.
Tapi ada baiknya mengetahui bahwa pihak berwenang mempertimbangkan masalah ini agar aman.
Begitu juga dengan kita sendiri, terutama bagi umat Islam sebaiknya pastikan apa yang kalian makan itu halal.
Tanyakan kepada pedagang yang jual makanan itu berbahan apa agar kamu tidak was-was dan menyesal di kemudian hari. (TribunStyle.com/Rifan Aditya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/sate_20170609_114113.jpg)