Media Luar Negeri Soroti Kalangan Warga Indonesia yang Mengkonsumi Daging Anjing, Ini Alasannya!
Menurut NY Times, kebutuhan akan konsumsi daging anjing meningkat di beberapa daerah di Indonesia.
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Diah Ana Pratiwi
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Tiara Shelavie
TRIBUNSTYLE.COM - Media luar negeri worldofbuzz.com memberikan peringatan pada pembacanya.
Khususnya pecinta binatang, terkait salah satu pola makan beberapa warga Indonesia, yaitu menjadikan anjing sebagai bahan makanan.
Baca: Media Asing Soroti Mirisnya Kebun Binatang di Indonesia Ini, Begini Keadaan Hewan-hewannya!
Menurut NY Times, kebutuhan akan konsumsi daging anjing meningkat di beberapa daerah di Indonesia.
Alasan menjadikan anjing sebagai bahan makanan ialah karena perkembangan ekonomi di Indonesia.
Disebutkan bahwa banyak warga negara Indonesia yang terlalu miskin untuk membeli daging sapi.
Tapi, daging anjing dan bahkan kucing masih sanggup mereka beli.
Seorang peneliti perlindungan hewan dan juga seorang analis, Brad Anthony, berkata:
"Dari sisi kepraktisan serta agrikultur, mengembangkan anjing dan kucing tak butuh lahan yang luas seperti sapi. Selain itu, biayanya pun lebih murah.
Kondisi ini yang menjadi motivasi bagi para produser dan juga konsumen."
Dr. Eric Brum, yang bekerja di Indonesia selama 9 tahun, berkata, "Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh Asia Tenggara juga."
Populernya daging anjing di berbagai kalangan di beberapa daerah di Indonesia tidak hanya didasari pada masalah ekonomi, tapi juga kesehatan.
Seorang konsumen, Parlin Sitio, mengkonsumsi rica-rica anjing setidaknya sekali dalam seminggu.
Ia berkata, "Rasanya enak, dan bisa membuat badan hangat dan aliran darah lancar."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/daging-anjing-sebagai-makanan_20170329_101136.jpg)