Jakarta Banjir, Ini yang Membuat Ahok Tak Bisa Bergerak Maksimal dan Minta Maaf
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meminta maaf kepada warga Jakarta yang menjadi korban dan terdampak banjir.
Tayang:
Editor: Agung Budi Santoso
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah kendaraan berusaha melewati banjir yang menggenangi Jalan S Parman, kawasan Grogol, Jakarta, Selasa (21/2/2017). Curah hujan yang tinggi menyebabkan Jalan S Parman terendam banjir dengan ketinggian 40 cm. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terlebih lagi, pada masa pemerintahannya di DKI, penggusuran bantaran sebagai bagian dari normalisasi sungai dan saluran air marak terjadi.
Sepekan belakangan ini, apa yang diucapkan Ahok terbukti. Sejumlah daerah di Ibu Kota terendam air, seperti kawasan Cililitan, Rawa Jati, Kampung Pulo, Bukit Duri, Cipinang Muara, dan lainnya.
Menurut Ahok, banjir terjadi di daerah-daerah yang proses normalisasinya belum selesai. Dia meminta kesediaan warga di bantaran kali agar bersedia direlokasi agar sungainya bisa segera dinormalisasi. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/banjir-jakarta_20170222_063108.jpg)