Bersepeda 600KM Demi Temui Kakaknya yang Sakit, Setelah Sampai Pria Ini Malah Terima Kenyataan Pahit
Dalam kondisi kekurangan uang, Jessie harus tetap menemui sang kakak yang kondisinya memburuk.
Penulis: Indan Kurnia Efendi
Editor: Indan Kurnia Efendi
"Magba-bike ako para sayo kuya rham. Gusto ko lumaban ka. Kaya mo yan, Kaya natin. Gagaling ka. Padyak koi to para sayo."
"Aku akan mengendarai sepeda ini untukmu Rham. Aku ingin kamu berjuang. Kamu pasti bisa. Kita pasti bisa. Kamu akan sembuh. Perjalanan ini adalah untuk kamu."
Netizen yang melihat unggahan Jessie tergerak hati untuk menemani perjalanannya dengan cara berkonvoi.
Melihat hal tersebut, Jessie mengaku tak merasa lelah.
Karena banyak orang yang mendukungnya.
"Hindi po ako nakakaramdam ng pagod magpadyak dahil maliban sa iniisip ko ang aking kuya Rham, parang lagi akong nakakargaha ng energy dahil sa dami ng sumusuporta."
"Aku tidak merasa lelah karena selain berpikir tentang saudaraku, aku sangat gembira bahwa banyak telah mendukungku," ucap Jessie.
Sebelumnya, kakak Jessie telah menerima perawatan di rumah sakit selama lima hari.
Namun karena keterbatasan biaya, Rham terpaksa pulang.
Dari situlah kondisi Rham semakin memburuk.
Setelah melalui perjalanan yang sangat melelahkan, akhirnya Jessie tiba di rumah.
Namun nahas, Rham telah meninggal dunia beberapa jam sebelum Jessie tiba.
Rham harus meregang nyawa karena penyakit Immuno-compromise Pneumonia.
Tentunya Jessie merasa terpukul dengan kenyataan yang ia hadapi dan tangisan Jessie pun pecah.
Berikut videonya:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/jessie-hallig_20170212_071127.jpg)