Breaking News:

Kaleidoskop 2016

Mulai dari Dimas Kanjeng hingga Bom Sarinah, Ini 10 Peristiwa Paling Dicari di Google Sepanjang 2016

Berikut 10 peristiwa terpopuler yang paling dicari netizen Indonesia di mesin pencari Google!

Editor: Indan Kurnia Efendi
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Dimas Kanjeng Taat Pribadi menjawab pertanyaan wartawan saat digiring aparat Kepolisian menuju ruang pemeriksaan di Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (28/9/2016). Taat Pribadi ditahan Polisi karena diduga menjadi otak pembunuhan mantan jamaahnya. 

TRIBUNSTYLE.COM - "Dimas Kanjeng" dan "bom Sarinah" menjadi dua dari sepuluh topik peristiwa di Indonesia yang paling banyak dicari netizen sepanjang 2016.

Bom Sarinah menempati urutan teratas, sedangkan topik tentang Dimas Kanjeng yang mengklaim bisa menggandakan uang itu berada di urutan ketiga.

Bom Sarinah menjadi peristiwa pertama yang menyita perhatian publik di Indonesia.

Kala itu, 14 Januari pukul 10.50 WIB, terdengar sedikitnya enam ledakan yang disusul baku tembak di kawasan strategis Ibu Kota.

Netizen pun berbondong-bondong mencari tahu informasi soal insiden yang menewaskan delapan orang tersebut.

Lewat mesin pencari Google, update terbaru bisa dipantau secara real-time.

Berdasarkan banyaknya penelusuran yang terhimpun kala itu, Google menobatkan "bom Sarinah" sebagai peristiwa terpopuler yang paling banyak dicari sepanjang 2016.

Masih pada bulan Januari, organisasi Gafatar juga sempat mencuri perhatian publik.

Puncaknya ketika beberapa orang hilang secara misterius di Yogyakarta dan diduga menjadi kader kelompok kepercayaan itu.

Hingga September lalu, pemberitaan soal Gafatar masih banyak ditemui di media massa.

Netizen pun rajin mencari tahu informasi terbaru terkait organisasi yang kerap disebut aliran sesat itu.

Di posisi ketiga, peristiwa terpopuler yang dicari netizen di Google adalah kasus Dimas Kanjeng.

Padepokan Dimas Kanjeng yang terletak di Probolinggo tersebut adalah milik pria bernama Taat Pribadi.

Taat Pribadi dipercaya bisa melipatgandakan uang kertas.

Banyak orang yang meyakini kekuatannya dan berakhir sebagai korban penipuan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
Dimas KanjengGoogleAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved