6 Tahun Meninggalnya Mbah Maridjan, Begini Kisah Juru Kunci Merapi yang Tepati Janji Sampai Mati
Saat ditemukan, jasad Mbah Maridjan berada dalam posisi bersujud. Ia meninggal di usia 83 tahun dengan memegang janjinya kepada Sultan HB IX
Penulis: Amirul Muttaqin
Editor: Lilis Maryati
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Amirul Muttaqin
TRIBUNSTYLE.COM - Masih ingat dengan Mbah Maridjan?
Yup, Mbah Maridjan adalah seorang juru kunci Gunung Merapi.
Hari ini tepat 6 tahun peringatan kematian Mbah Maridjan.
Pria bernama Raden Ngabehi Surakso Hargo ini lahir di Dukuh Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, 5 Februari 1927.
Ia tercatat mulai menjabat sebagai wakil juru kunci pada tahun 1970.
Jabatan sebagai juru kunci kemudian ia sandang pada tahun 1982.
Mbah Mardijan mulai dikenal setelah peristiwa meletusnya Gunung Merapi, Yogyakarta, pada 2006 lalu.
Hal ini karena keberanian dan dedikasinya sebagai seorang juru kunci salah satu gunung berapi paling aktif di dunia.
Nama Mbah Maridjan semakin dikenal setelah menjadi bintang iklan produk minuman energi terkemuka di Indonesia.

Dunia Es
Dalam iklan tersebut ia tampil sangat khas dengan jargonnya Rosa! Rosa!, atau dalam bahasa indonesia bisa diartikan kuat atau bertenaga.
Saking terkenalnya, Mbah Maridjan sempat diundang oleh pemerintah Jerman pada 2006.
Saat itu ia diundang untuk menghadiri pembukaan Piala Dunia 2006 dimana Jerman yang menjadi tuan rumahnya.
Namun Mbah Maridjan menolak dengan alasan ternak sapi yang harus ia carikan rumput setiap hari.
Nama besar dan penghasilan sebagai bintang iklan ternyata tidak membuatnya berubah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/mbah-maridjan_20161026_175502.jpg)