Breaking News:

Peringatan G30S, Begini Kisah Kasih Tak Sampai Seorang Kapten Tampan, Pierre Tendean!

Ada kisah lain yang membuat Kapten Pierre Andreas Tendean untuk patut dikenang atas jasa-jasanya.

Penulis: Alfriza Genio Akeda
Editor: Delta Lidina Putri
goodnewsfromindonesia.org
Pierre Tendean 

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Alfriza Genio

TRIBUNSTYLE.COM - Siapa sih yang tak kenal dengan salah satu pahlawan revolusi Kapten Pierre Andreas Tendean?

Pahlawan revolusi nasional yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965 ini merupakan korban yang berusia paling muda.

Usianya baru 26 tahun pada saat gerombolan penculik merenggut nyawanya di Lubang Buaya.

Perwira muda pemberani yang menjadi ajudan Jenderal A.H. Nasution ini memiliki kisah yang amat memilukan.

Pierre mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan sang Jenderal beserta keluarganya.

Pierre menjadi orang pertama yang menghadapi gerombolan Tjakrabirawa saat mendatangi rumah Jenderal Nasution.

Bahkan dirinya mengaku sebagai Nasution saat didatangi mereka, hingga akhirnya beliau dibawa ke Lubang Buaya.

Ada kisah lain yang membuat Kapten Pierre Tendean untuk patut dikenang atas jasa-jasanya.

Berikut beberapa kisah dari salah satu pahlawan revolusi ini yang mungkin belum kalian ketahui:

1. Kedua Orangtua Mengharap Pierre Menjadi Dokter

instaliga.com

Dulunya Pierre selalu diharapkan kedua orangtuanya untuk menjadi seorang dokter namun, beliau malah lebih suka memilih masuk ke kemiliteran.

Saat menjalani pendidikan kemiliteran, Pierre selalu mendapat nilai tertinggi.

Dirinya juga dikenal jago dalam berbagai cabang olahraga.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Tags:
Pierre TendeanA.H. NasutionSoekarno
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved