Misteri Tewasnya Mirna Salihin
Hari Ini Sidang ke-23 Kasus Kopi Mirna, Menolak Lupa, Apa Kabar Misteri Tewasnya Munir?
Hari ini (21/09/2016) Jessica Kumala Wongso kembali menjalani sidang ke-23 terkait kasus tewasnya Mirna Salihin pada Januari 2016 lalu.
Penulis: Cecylia Rura Patulak
Editor: Cecylia Rura Patulak
Laporan Wartawan TribunStyle.com, Cecylia Rura Patulak
TRIBUNSTYLE.COM - Hari ini (21/09/2016) Jessica Kumala Wongso kembali menjalani sidang ke-23 terkait kasus tewasnya Mirna Salihin pada Januari 2016 lalu.
Sejak pertama kali sidang digelar, belum ada titik temu untuk membuktikan Jessica Wongso sebagai tersangka utama.
Meski ia diduga kuat sebagai pelaku sekaligus otak dari pembunuhan berencana tersebut, bukti-bukti yang dikumpulkan untuk memenjarakan Jessica belum juga ditemukan.
Beberapa hari lalu (19/9/2016) sempat ada pemberitaan melalui sebuah media adik Mirna Salihin, Made Salihin mengungkapkan pengacara Jessica, Otto Hasibuan bersikap kurang ajar ketika mengaitkan persoalan saham keluarga dengan kematian Mirna.

Made Sandy Salihin (kiri).
Tidak hanya itu, beberapa pekan lalu kasus ini sempat digegerkan dengan sampel kopi yang diidentifikasi oleh kepolisian, yakni sampel kopi dalam botol plastik dari barista Kafe Olivier, Yohanes dan kopi yang berada dalam cangkir.
Kasus ini semakin ramai dengan kegaduhan yang dibuat oleh beberapa pihak, satu diantaranya Roy Suryo.
Pada sidang yang digelar kemarin (20/9/2016), Profesor Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi UI dikabarkan menyebut-nyebut pengacara Jessica Kumala Wongso mengadu domba argumentasi yang diberikan saksi ahli di persidangan.

wartakota.tribunnews.com/ Prof Sarlito Nilai Pengacara Jessica Kumala Wongso Ingin Adu Domba Saksi Ahli
Menolak Lupa, 7 September 2004

tribunnews.com
Sebelum bulan September ini berakhir, TribunStyle.com kembali mengingatkan "Menolak Lupa" terkait kasus pembunuhan Munir, aktivis sekaligus mantan Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial, pada 7 September 2004 silam.
Munir Said Thalib tewas setelah diracun saat melakukan perjalanan menuju Amsterdam, Belanda.
Aktivis HAM tersebut diracun menggunakan zat arsenik yang dibubuhkan pada makanannya oleh seorang pilot Garuda yang kala itu sedang cuti, Pollycarpus Budihari Priyanto.
Meski pelaku dalam kasus tersebut sudah tertangkap dan kini telah bebas bersyarat, belum ada tindak lanjut terkait otak dari pembunuhan berencana tersebut.
Sempat dikabarkan, Mayjen (Purn) Muchdi Pr, ditangkap dengan dugaan ia adalah otak dari pembunuhan berencana kasus tewasnya aktivis HAM, Munir.
Ketika semua bukti mengarah padanya, kerabat dekat Prabowo ini menjalani proses pengadilan selama kurang lebih 7 bulan (19 Juni 2008-31 Desember 2008) hingga ia dinyatakan bebas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/mirna-salihin-dan-munir_20160921_163014.jpg)


