Kisah Ciuman Maut - Dapat Gigitan Cinta di Leher dari Pacar, Cowok Ini Malah Meninggal
Seorang remaja dilaporakan tewas setelah mendapat ciuman di leher, atau juga dikenal dengan istilah cupang, dari pacarnya.
Penulis: Anggraini Wulan Prasasti
Editor: Diah Ana Pratiwi
Orang tua Julio terang-terangan menyalahkan perempuan itu atas kematian anak mereka.
Ternyata ini bukanlah kasus pertama ciuman maut ini.
Sebelumnya, perempuan berusia 44 tahun yang mengalami lumpuh sebagian setelah terserang stroke akibat kejadian serupa.
Dia tidak bisa menggerakkan tangan kirinya setelah aksi romantisnya dengan sang pacar.
Seorang dokter rumah sakit Auckland's Middlemore, Selandia Baru, adalah dokter pertama yang menangani kasus semacam ini.
Dr Teddy Wu menjelaskan bahwa cupang menyebabkan rusaknya arteri utama di bagian yang dicium.
Isapan yang dilakukan bisa menciderai arteri utama hingga menyebabkan gumpalan darah.
Darah yang menggumpal tersebut bisa mengalir ke jantung dan menyebabkan stroke.
Perempuan tersebut kemudian diobati dengan Walfarin, semacam obat antikoagulan yang berguna untuk mencegah terjadinya pembekuan darah yang membahayakan nyawa seseorang.
Darah yang menggumpal tersebut akhirnya bisa hilang dalam waktu seminggu.
Stroke memiliki level bahaya yang berbeda-beda, dari kelumpuhan hingga kematian.
Gigitan cinta, atau juga biasa disebut cupang, adalah tanda seperti memar di tubuh seseorang, biasanya di leher.
Tanda ini disebabkan karena seseorang mengisap bagian kecil dari kulit seseorang.
Umumnya, tanda ini akan terlihat maksimal selama 12 hari.
Cara untuk menghilangkannya, selain menggunakan make up atau baju tertutup, adalah dengan mengompresnya dengan es batu.
-----------------
Jangan Lupa!
Like Fanpage Facebook: Tribun Style
Follow Twitter: @tribunstyle
Instagram: @Tribunstyle
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/ilustrasi-ciuman-cupang_20160828_102750.jpg)