HUT Kemerdekaan RI

HUT Kemerdekaan RI - Kamu Wajib Tiru Sikap Pejuang Ini Kalau Mau Sukses

Siapa saja pejuang Indonesia yang patut kita tiru dan patut kita jadikan contoh?

HUT Kemerdekaan RI - Kamu Wajib Tiru Sikap Pejuang Ini Kalau Mau Sukses
google.com
Ir. Soekarno dan Dr. Wahidin Sudirohusodo 

Dia membubuhkan merica di lumping kinangnya.

Akibatnya, Bu Sosro megap-megap kepanasan.

Kartini pun dimarahi ayahnya.

Dia seorang pejuang dan peduli nasib miris kaumnya.

Namun dia tidak diizinkan bersekolah setelah sekolah dasar oleh sang ayah.

RA Kartini dipingit sampai menunggu waktu untuk dinikahkan.

Dia ingin menentang tetapi takut dikira durhaka.

Dia pun menghilangkan kesedihannya dengan membaca buku-buku di taman.

Membaca adalah kegemaran Ibu R.A. Kartini.

Tiada hari yang dilalui beliau tanpa membaca, buku apapun itu.

Sampai nama R.A. Kartini juga digunakan sebagai nama jalan di Belanda, seperti di kota Amsterdam, Utrecth, Verloo, dan Harleem.

Tampaknya R.A. Kartini memang dipilih oleh orang Belanda, untuk ditampilkan ke depan sebagai pahlawan kemajuan wanita pribumi di Indonesia.

4. Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Ide Tentang Pendidikan


pahlawanindoensia.com

Dr. Wahidin Sudirohusodo adalah penggagas berdirinya organisasi para pelajar, School tot Opleiding van Inlandsche Artsen Jakarta.

Dokter lulusan STOVIA ini, sangat senang bergaul dengan rakyat biasa.

Beliau juga sangat menyadari bagaimana terbelakang dan tertindasnya rakyat akibat penjajahan Belanda.

Menurutnya, salah satu cara untuk membebaskan diri dari penjajahan, rakyat harus cerdas.

Untuk itu, rakyat harus diberi kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah.

Selain itu, beliau juga dokter dan sering mengobati rakyat tanpa memungut bayaran.

Dua pokok yang menjadi perjuangan beliau adalah memperluas pendidikan dan pengajaran juga memupuk kesadaran kebangsaan.

Wahidin Sudirohusodo juga sering berkeliling ke kota-kota besar yang ada di Jawa, mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat sambil memberikan gagasannya tentang dana pelajar.

Gagasan inilah yang beliau kemukakan pada para pelajar STOVIA di Jakarta, tentang perlunya mendirikan organisasi yang bertujuan memajukan pendidikan bangsa Indonesia.

5. Dr. Soetomo, Lemah-lembut, Cerdas dan Menghargai Sesama


harunarcom.blogspot.com

Dr. Soetomo pemuda pribumi sederhana yang dilahirkan di Desa Ngepeh, Nganjuk pada 30 Juli 1988.

Pemikirannya begitu luar biasa untuk kemajuan, kehormatan dan harga diri bangsanya.

Pada waktu belajar di STOVIA (Sekolah Dokter), ia sering bertukar pikiran dengan pelajar-pelajar lain tentang penderitaan rakyat akibat penjajahan Belanda.

Dia menerima saran dari Dr. Wahidin untuk memajukan pendidikan sebagai jalan untuk membebaskan bangsa dari penjajahan.

Pada tanggal 20 Mei 1908 para belajar STOVIA mendirikan Budi Utomo.

Organisasi modern pertama yang lahir di Indonesia.

Kemudian Soetomo diangkat menjadi ketuanya.

Tujuan organisasi itu ialah memajukan pengajaran dan kebudayaan.

Semangat juang untuk memajukan pendidikan Indonesia ini yang wajib kita tiru.

Ikuti kami di
Penulis: Desi Kris
Editor: Diah Ana Pratiwi
Sumber: TribunStyle.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved