Ini 5 Resep Jitu Bondan Winarno dalam Memelihara Rumah Tangga Harmonis Sampai Tua

Bondan Winarno, lahir di Surabaya, Jawa Timur tanggal 29 April 1950, pertama bertemu dengan belahan jiwanya pada tahun 1974

Ini 5 Resep Jitu Bondan Winarno dalam Memelihara Rumah Tangga Harmonis Sampai Tua
Tribun Jabar

TRIBUNSTYLE.COM - Publik Indonesia dikejutkan dengan kabar duka kepergian salah satu presenter ngetop di Indonesia.

Sosok yang dimaksud adalah Bondan Winarno, presenter acara yang terkenal lewat program bernama Wisata Kuliner.

Dirinya terkenal dengan slogan 'mak nyus' yang sangat ikonik.

Slogan itu bahkan kini sering dipakai oleh presenter kuliner lain untuk menggambarkan makanan yang enak.

Tiap pak Bondan mengatakan hal tersebut, penonton pun tergugah seleranya untuk berwisata kuliner.

Ini dia 100 Makanan Paling Mak Nyus di Indonesia Versi Bondan Winarno! Menu Favoritmu ada?

Dengan pengalaman menahun dalam jajan makanan di seluruh penjuru nusantara, Pak Bondan pun terlihat begitu expert kalau bicara soal makanan.

Tak hanya deskripsikan cita rasa, di tiap tayangannya Pak Bondan juga mampu menceritakan kisah dan sejarah dari makanan yang disantapnya dengan detil.

Karena sosoknya yang dikenal begitu ramah,hangat,dan baik hati ini, kepergian Bondan Winarno itu mengejutkan banyak pihak.

Banyak orang yang mulai menjadi lebih perhatian dengan cerita kehidupan Bondan Winarno.

Selain karya-karyanya dalam bidang kuliner, netizen juga kepo dengan kisah romantis sosok Pak Bondan yang dianggap begitu harmonis dalam menjaga pernikahannya bersama sang istri.

Bahkan, hingga di hari tua, sosok Pak Bondan dengan istrinya masih begitu romantis bak pasangan yang usia hubungannya masih tergolong muda.

Lantas, apa rahasia Pak Bondan dalam menjaga hubungan harmonis dengan keluarganya ini?

Untuk mengetahui secara lengkap, mari kita tengok kisah awal mula asmara Pak Bondan dan istrinya.

Bondan Winarno, lahir di Surabaya, Jawa Timur tanggal 29 April 1950 (meninggal umur 67 tahun), pertama bertemu dengan belahan jiwanya ketika pada tahun 1974 diminta tempat ia bekerja untuk pergi ke Belanda.

Ia meminta seorang wanita cantik blasteran bernama Yvonne untuk membantunya dalam mengurus visa ke Belanda.

Dari pertemuan itu timbulah rasa cinta yang bersemi di antara mereka dan mereka pun akhirnya menikah pada 12 Januari 1975.

Usia pernikahan mereka mencapai 42 tahun sebelum maut akhirnya memisahkan mereka berdua.

Melansir dari artikel Kompasiana yang ditulis Deny Hen, berikut adalah 5 rahasia Pak Bondan dalam menjaga rumah tangganya.

1. Memory

Memori yang dimaksud di sini adalah kenangan indah yang kita miliki bersama pasangan.

Kita semua pasti memiliki kenangan yang indah bersama pasangan hidup kita.

Indah di sini bukan selalu berarti pengalaman yang menyenangkan.

Pengalaman yang buruk saat kita kenang dapat menjadi memori yang indah (beautiful memory) yang akan diingat sepanjang masa.

Pengalaman pahit pun bisa menjadi sebuah kenangan manis apabila kita melihat dari perspektif yang lebih dewasa dan bijak di kemudian hari nanti.

Contoh dari resep memory ini adalah kiat Pak Bondan dan istrinya mengingat kenangan indah mereka saat menikah dengan mengulang pernikahan mereka di Desa Kanaan, Israel pada 2003 yang lalu.

Memori yang indah perlu dikenang sehingga memberikan kekuatan ekstra bagi kita untuk lebih menyayangi dan mencintai pasangan kita.

2. Dating

Rahasia pernikahan yang langgeng berikutnya adalah keep dating with your husband/wife (teruslah berkencan dengan suami atau istri Anda).

Berkencan dengan istri/suami kita adalah suatu investasi yang tidak akan hilang ditelan oleh naik turunnya nilai tukar uang atau rupiah.

Uang kita bisa saja habis dimakan inflasi tetapi hasil kencan yang konsisten dengan istri kita membuat keluarga harmonis yang justru akan kokoh saat krisis datang.

Pak Bondan dan Bu Yvonne terlihat dari foto-fotonya masih suka pergi berdua (berkencan), ini suatu teladan bagi kita-kita yang usia pernikahannya dibandingkan beliau masih seumur jagung.

3. Ritual

Agama apa pun di seluruh dunia pasti punya perayaan.

Idul Adha, Idul Fitri misalnya merupakan perayaan umat Islam yang akan selalu diulang setiap tahun untuk mengingatkan umatnya akan pentingnya kesucian dan ketaqwaan pada Tuhan.

Natal dan Paskah mengingatkan umat Kristen akan kelahiran Sang Juru Selamat dan Wafat serta kebangkitan-Nya.

Demikian juga Nyepi dan Waisak. Semua ritual itu diperlukan untuk mengingatkan akan hal-hal penting dan bermakna bagi umat masing-masing.

Demikian juga dalam pernikahan. Kita pasti punya tanggal-tanggal penting yang harus kita rayakan sebagai ritual keluarga.

Ulang tahun, wedding anniversary, valentine adalah tanggal-tanggal yang penting untuk kita gunakan sebagai waktu kita bisa mengingat dan mengenang hal-hal yang bermakna dalam hidup kita.

Hal ini wajib dilakukan terutama di tengah-tengah kesibukan luar biasa yang kita harus hadapi setiap hari, yang mana seringkali membuat kita kurang memperhatikan orang yang paling dekat dengan kita

Ambillah waktu, persiapkan dengan baik tanggal-tanggal penting tersebut untuk menjadi ritual cinta kasih antara suami kepada istri, dan istri kepada suami.

4. Intimacy

Resep bisa harmonis hingga hari tua di rumah tangga Pak Bondan terletak pada keberhasilan dirinya dan Bu Yvonne untuk menjaga keintiman mereka.

Keintiman terbangun tatkala pasangan bisa merasa nyaman satu dengan yang lain, ada rasa percaya dan rasa sayang serta kagum satu dengan yang lain.

Untuk bisa merasa nyaman, rasa percaya, rasa sayang dan kekaguman tersebut, kita harus memiliki interaksi yang positif dengan pasangan kita 5 x lebih banyak daripada interaksi negatif.

5. Tolerance

Pak Bondan dan Bu Yvonne adalah pasangan yang bisa dikatakan begitu luar biasa.

Meski berasal dari 2 keluarga yang berbeda. Satu Asia, satu lagi Eropa. Satu kulit coklat sawo matang, satu lagi kulit putih (bule). namun perbedaan ini tidak pernah menjadi kendala.

Pernikahan Pak Bondan ini memperlihatkan kalau 2 orang yang memiliki latar belakan dan budaya yang berbeda bisa sukses dalam pernikahan dan menjadi satu.

Pak Bondan harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan yang unik dari istrinya yang berasal dari keluarga asalnya.

Demikian juga Bu Yvonne. Bisa bertahan 42 tahun hingga maut memisahkan diperlukan toleransi yang begitu besar satu dengan yang lain.

Demikian juga dalam berbagai hal lainnya. Suami dan istri masing-masing saat menikah membawa beban dan sampah dari keluarga asal masing-masing.

Mereka membawa juga kebiasaan-kebiasaan buruk masing-masing yang berpotensi membuat keributan dalam keluarga.

Kunci dari penyelesaian masalah ini adalah toleransi, yang mana toleransi yang sehat mengandung komponen kompromi dan negosiasi.

Tanpa hal ini keharmonisan keluarga menjadi sesuatu yang mustahil untuk dipertahankan.

Ikuti kami di
Penulis: Bobby Wiratama
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved