Breaking News:

Netanyahu Meradang! Kecam Video Aktivis GSF Diikat & Dipaksa Sujud: Tak Sejalan Norma Israel

Respons Netanyahu setelah viral video para aktivis GSF diikat dan dipaksa sujud, janji segera pulangkan ke negara asal.

Tayang:
Facebook Prime Minister of Israel /Youtube Tribunnews
AKTIVIS GSF - Respons Netanyahu setelah viral video para aktivis GSF diikat dan dipaksa sujud, janji segera pulangkan ke negara asal. 

Ringkasan Berita:
  • Viral video memperlihatkan para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dipaksa bersujud dengan tangan terikat oleh aparat Israel
  • Insiden pencegatan hampir 50 kapal flotilla menuju Gaza ini kian memicu kecaman internasional setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, kedapatan berjalan angkuh di hadapan para tahanan tersebut. 
  • Menanggapi gelombang protes, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akhirnya buka suara.

 

TRIBUNSTYLE.COM - Jagat maya tengah diguncang oleh beredarnya cuplikan video dari operasi intersep di Laut Mediterania.

Rekaman tersebut memicu gelombang kecaman luas dari publik internasional setelah memperlihatkan para aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) yang dipaksa sujud dalam kondisi tangan terikat.

Melansir laporan resmi dari Kompas.tv pada Kamis (21/5/2026), video itu menampilkan detik-detik menegangkan saat para aktivis GSF berlutut di tanah dengan posisi tangan diborgol ke belakang, sementara sejumlah aparat keamanan Israel berjaga ketat di sekeliling mereka.

Insiden memilukan ini merupakan buntut dari tindakan agresif pasukan Israel yang mencegat paksa hampir 50 kapal flotilla di perairan internasional pada Senin (18/5/2026).

Baca juga: Aktivis Indonesia dan Malaysia Dicegat Israel, PM Anwar Ibrahim: Israel Harus Mempertanggungjawabkan

GLOBAL SUMUD FLOTILLA - Aktivis Global Sumud Flotilla yang ditangkap Israel diminta berlutut sambil tangan diikat
GLOBAL SUMUD FLOTILLA - Aktivis Global Sumud Flotilla yang ditangkap Israel diminta berlutut sambil tangan diikat (YouTube/Tribun Jogja)

Puluhan kapal kemanusiaan tersebut sedianya tengah berlayar membawa misi bantuan menuju Jalur Gaza sebelum akhirnya dihentikan di tengah laut.

Situasi semakin memanas pada Rabu (20/5/2026). Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, kedapatan langsung mendatangi Pelabuhan Ashdod untuk menghadapi ratusan aktivis flotilla Gaza yang kini statusnya menjadi tahanan.

Dalam rekaman yang beredar, atmosfer ketegangan begitu terasa saat Ben Gvir berjalan melewati para tahanan yang dipaksa berlutut.

Aksi tersebut kian memicu kontroversi lantaran Ben Gvir melintas sembari mengibarkan bendera Israel di hadapan para aktivis tersebut.

Ia berteriak: “Mereka datang dengan penuh kebanggaan sebagai pahlawan besar. Lihat bagaimana mereka sekarang… bukan pahlawan, hanya pendukung teroris.”

Merespons situasi tersebut, Menteri Transportasi Israel, Miriam Regev, melontarkan tuduhan keras bahwa para tahanan tersebut merupakan simpatisan "terorisme".

“Tidak ada kaitannya sama sekali dengan bantuan kemanusiaan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa para aktivis akan dikirim kembali ke negara asal mereka.

Menurut GSF, lebih dari 420 peserta dari 40 negara telah ditahan dalam operasi tersebut.

Video penahanan ini memicu kecaman dunia internasional. Italia dan Prancis bahkan memanggil duta besar Israel di masing-masing negara untuk meminta penjelasan terkait perlakuan terhadap para aktivis flotilla.

Benjamin Netanyahu Bereaksi

Setelah gelombang desakan internasional kian memuncak, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akhirnya buka suara terkait insiden penahanan para relawan Global Sumud Flotilla (GSF) yang tengah menjalankan misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
Global Sumud FlotillaGazaIsraelBenjamin Netanyahu
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved