Breaking News:

Iran-AS Masih Perang, Kimberly Ryder Kekeuh Berangkat Umrah, Pasrah Jika Tertahan di Tanah Suci

Kimberly Ryder tetap berangkat umrah meski AS-Iran masih konflik, siap hadapi kemungkinan terburuk.

Tayang:
Instagram/Kimberly Ryder
Kimberly Ryder tetap berangkat umrah meski AS-Iran masih konflik, siap hadapi kemungkinan terburuk. 
Ringkasan Berita:
  • Di tengah imbauan pemerintah terkait risiko jalur udara akibat konflik AS-Iran, Kimberly Ryder tetap teguh berangkat umrah.
  • Kimberly Ryder tetap optimis dan memilih melihat sisi positif jika skenario terburuk membuatnya harus tertahan di Tanah Suci.

 

TRIBUNSTYLE.COM - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran belakangan ini memicu kekhawatiran global, termasuk bagi jemaah asal Indonesia.

Pemerintah Indonesia pun secara resmi mengeluarkan imbauan agar masyarakat mempertimbangkan untuk menunda keberangkatan umrah ke Tanah Suci.

Langkah waspada ini diambil bukan tanpa alasan. Keamanan jalur udara menuju Arab Saudi kini menjadi sorotan tajam bagi pemerintah maupun pengamat internasional demi menjamin keselamatan penumpang dari risiko konflik yang tidak terduga.

Namun, di tengah situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, aktris Kimberly Ryder memilih untuk menyikapinya dengan kepala dingin.

Alih-alih larut dalam kecemasan, Kimberly Ryder memutuskan untuk tetap teguh pada niatnya dan berserah diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta.

Kimberly Ryder memutuskan untuk tetap berangkat menjalankan ibadah umrah setelah mendapatkan kepastian dan "lampu hijau" dari pihak agen perjalanan yang mengaturnya.

Baca juga: Alasan Hamish Daud Nekat Berangkat Umrah Meski Konflik Timur Tengah Memanas: Mau Cari Ketenangan

Kimberly Ryder terlihat mengenakan hijab dan pakaian tertutup baru-baru ini.
Kimberly Ryder tetap berangkat umrah di tengah kemelut perang Iran vs AS. (Instagram Kimberly Ryder)

Dengan jaminan keamanan dari pihak travel, Kimberly merasa mantap untuk melanjutkan perjalanan spiritualnya tersebut.

“Kalau aku, aku kembalikan lagi kepada Allah," ucap Kimberly Ryder di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (4/3/2026).

"Terus kepada travel-nya juga merasa aman-aman saja untuk diberangkatkan,” terusnya.

Baginya, ketika segalanya bisa dilancarkan termasuk dokumen untuk keluarga negeri itu jadi indikator bahwa dirinya dapat izin dari Allah untuk beribadah.

"Yaa itu (visa) bisa keluar, pesawat tidak di-cancel, oh oke ya sudah kalau gitu aman semuanya,” katanya.

Kimberly Ryder juga turut memberikan tanggapan terkait kabar adanya sejumlah jemaah yang sempat tertahan di Arab Saudi akibat perubahan rute penerbangan yang mendadak.

Isu ini memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi mereka yang sedang atau akan menjalankan ibadah di tengah situasi global yang dinamis.

Untuk meminimalisir risiko tersebut, Kimberly rupanya telah melakukan langkah preventif sejak awal.

Ia memastikan bahwa pihak travel yang menaunginya menggunakan maskapai dengan rute penerbangan langsung (direct flight) menuju Arab Saudi. 

“Kalau bisa cari pesawat direct, nggak transit di negara-negara yang terkena konflik, mungkin masih aman ya,” tutur Kimberly.

Siap Hadapi Kemungkinan Terburuk

Menariknya, Kimberly Ryder justru menunjukkan kedewasaan spiritual dalam menyikapi situasi yang belum pasti ini. Alih-alih merasa terbebani, ia mencoba melihat sisi positif dari setiap skenario yang mungkin terjadi.

Ia bahkan sudah bersiap andai nanti ada potensi dirinya tertahan, tak bisa pulang ke Indonesia.

“Ada sebagian orang merasa ‘Oh gue stuck di sini’. Tapi ada juga yang merasa ‘There’s nowhere else better to be stuck in’ gitu," ucap Kimberly.

"Kalau mau memilih nggak bisa pulang, lebih baik di Makkah atau Madinah. Artinya gue harus lebih banyak beribadah,” bebernya.

Dengan pola pikir tersebut, Kimberly merasa perjalanan ini justru menjadi momen refleksi.

“Kalau mindset-nya begitu ya sebenarnya happy-happy saja lama-lama di situ. Banyak-banyakin saja beribadah,” tutupnya.

Tak sendiri, Kimberly berangkat jalani ibadah umrah bersama dengan sang bunda yang memang sudah bermimpi jalani ibadah umrah di bulan ramadan.

Pemerintah Imbau Keberangkatan Jemaah Umrah Ditunda

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mengimbau jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya hingga kondisi kembali kondusif.

Hal ini berkaitan dengan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya eskalasi serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran.

Imbauan mengenai penundaan pemberangkatan umrah dikeluarkan atas pertimbangan aspek keselamatan dan perlindungan jemaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Dikutip dari keterangan resmi Kemenhaj RI, pemerintah juga meminta seluruh jemaah umrah yang saat ini tengah berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

Termasuk agar para jemaah umrah tersebut memeroleh akomodasi yang memadai dan aman.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” tambah Dahnil.

(TribunStyle.com/Tribunnews.com/Bayu Indra Permana)

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Kimberly RyderumrahIran
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved