Breaking News:

berita viral

Sebanyak 49 Dapur MBG di Magelang Berhenti Beroperasi, Pengurus: Murni Kendala Teknis

SPPI area Magelang menegaskan macetnya aliran dana ini murni karena persoalan birokrasi dan administrasi keuangan negara yang membutuhkan waktu

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sinta Darmastri
Kompas.com
49 DAPUR MBG TUTUP - SPPI area Magelang menegaskan macetnya aliran dana ini murni karena persoalan birokrasi dan administrasi keuangan negara yang membutuhkan waktu 
Ringkasan Berita:
  • SPPI area Magelang menegaskan macetnya aliran dana ini murni karena persoalan birokrasi dan administrasi keuangan negara yang membutuhkan waktu
  • Westhi pun membenarkan bahwa untuk setiap kali pencairan, pihak BGN mampu menggelontorkan dana segar hingga maksimal Rp 400 juta bagi satu dapur MBG
  • Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa proses distribusi anggaran operasional untuk dapur-dapur MBG ini sebenarnya sudah mulai berjalan secara bergelombang sejak Jumat (5/6/2026) lalu

 

TRIBUNSTYLE.COM - Sebanyak 49 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau yang secara resmi disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terpaksa menyetop aktivitas memasak mereka secara serentak sejak Senin (8/6/2026). Langkah ini harus diambil setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan pencairan dana operasional mereka hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Meski demikian, titik terang mulai terlihat bagi beberapa pengelola. Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Magelang, Nrangwesthi Widyaningrum, mengungkapkan bahwa per Senin sore, sudah ada dua dari puluhan dapur tersebut yang kembali menerima kucuran dana operasional dari Badan Gizi.

“(Sekarang) ada 47 SPPG berhenti,” ujar sosok dengan sapaan Westhi kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (9/6/2026).

Murni Kendala Teknis, Bukan Imbas Kasus Hukum

Berhentinya operasional puluhan dapur pemenuh gizi anak ini sempat memicu spekulasi di tengah masyarakat. Banyak yang menduga hal ini berkaitan erat dengan pusaran kasus dugaan korupsi yang menyeret tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional, yakni mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.

Namun, dugaan tersebut langsung ditepis oleh Westhi. Ia menegaskan bahwa macetnya aliran dana ini murni karena persoalan birokrasi dan administrasi keuangan negara yang membutuhkan waktu.

“Terkait dengan mekanisme pengisian top up ke masing-masing SPPG. Karena ini (dana operasional) dana APBN tentunya melibatkan beberapa institusi. Diproses dulu melalui Kementerian Keuangan juga,” paparnya.

Secara berkala, Badan Gizi Nasional sebenarnya menjadwalkan transfer dana operasional ke virtual account (VA) masing-masing pengelola dapur sekali dalam seminggu. Westhi pun membenarkan bahwa untuk setiap kali pencairan, pihak BGN mampu menggelontorkan dana segar hingga maksimal Rp 400 juta bagi satu dapur MBG.

Baca juga: Tepis Kabar Hoaks, Kepala BGN Pastikan Dana Operasional Dapur MBG Mulai Mengalir: Cair Mulai Jumat

Skema Pencairan Pekan Ini Berdasarkan Skala Prioritas

Kabar baiknya, program strategis yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto ini dipastikan tidak akan gulung tikar. Westhi menjelaskan bahwa dana operasional dijadwalkan mulai mengalir kembali pada pekan ini. Keputusan tersebut diperoleh setelah Badan Gizi menggelar rapat daring bersama para kepala SPPG pada Sabtu (6/6/2026).

Berdasarkan notulensi rapat yang disepakati, BGN akan menyalurkan dana talangan (top up) anggaran dengan melihat sisa saldo terakhir pada virtual account masing-masing pengelola, dengan menerapkan sistem skala prioritas.

Prioritas utama akan diarahkan kepada dapur-dapur MBG yang belum menerima kucuran dana per tanggal 5 Juni 2026, serta memiliki sisa saldo kritis di bawah Rp 150 juta (atau kurang dari 30 persen dari batas saldo ideal sebesar Rp 500 juta). Sebaliknya, bagi dapur yang posisinya dinilai masih aman dengan saldo di atas Rp 150 juta, proses pencairannya akan ditangguhkan sementara waktu.

Langkah taktis ini diperkuat oleh pernyataan dari pihak pusat. Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa proses distribusi anggaran operasional untuk dapur-dapur MBG ini sebenarnya sudah mulai berjalan secara bergelombang sejak Jumat (5/6/2026) lalu.

“Jadi, tidak ada masalah. Ini masalah teknis saja,” ucapnya di Istana Negara Jakarta, Senin (8/6/2026)

(TribunStyle.com/Diolah dari artikel di Kompas.com)

Sumber: TribunStyle.com
Tags:
MBGdapur MBGBGNMagelang
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved