berita viral
Ketegasan Prabowo di Balik Rompi Pink Dadan Cs, Pertemuan Rahasia dengan Lembaga Pengawas Keuangan
Presiden bergerak dalam kesunyian untuk mengusut tuntas indikasi rasuah di internal Badan Gizi Nasional, dari desas-desus dan rentetan laporan miring.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Presiden bergerak dalam kesunyian untuk mengusut tuntas indikasi rasuah di internal Badan Gizi Nasional, dari desas-desus dan rentetan laporan miring
- Operasi senyap yang melibatkan pertemuan rahasia dengan dua lembaga tinggi negara ini akhirnya berujung antiklimaks
- Ketiganya resmi ditahan atas dugaan kasus korupsi program ikonik pemerintah, Makan Bergizi Gratis
TRIBUNSTYLE.COM - Badai besar melanda program prioritas nasional. Sebuah langkah berani terpaksa diambil Presiden Prabowo Subianto demi melindungi masa depan generasi bangsa.
Berawal dari desas-desus dan rentetan laporan miring yang masuk ke mejanya, Kepala Negara bergerak dalam kesunyian untuk mengusut tuntas indikasi rasuah di internal Badan Gizi Nasional (BGN).
Operasi senyap yang melibatkan pertemuan rahasia dengan dua lembaga tinggi negara ini akhirnya berujung antiklimaks bagi sang kepala badan, Dadan Hindayana, beserta dua wakilnya yang kini resmi menyandang status tersangka.
Akhir Tragis Pejabat Kesayangan Istana
Langkah tegas hukum tak butuh waktu lama untuk mengeksekusi hasil temuan. Pasca-pencopotan resmi Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua Wakil Kepala BGN, Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya, Kejaksaan Agung (Kejagung) langsung bergerak cepat. Tepat pada Rabu (3/6/2026), ketiganya resmi ditahan atas dugaan kasus korupsi program ikonik pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat digiring di depan awak media, pemandangan kontras terlihat jelas: tiga mantan pejabat tinggi itu kini berbalut rompi merah muda khas tahanan Kejagung. Dugaan penyelewengan anggaran yang dilakukan oleh Dadan dan koleganya tidak hanya memicu kemarahan, tetapi juga menorehkan luka mendalam di hati Presiden.
Padahal, di masa lalu, ketiga figur ini adalah orang-orang pilihan yang mendapat tempat istimewa di lingkaran utama Presiden. Mereka memikul ekspektasi besar sebagai motor penggerak program raksasa MBG ke seluruh pelosok negeri.
Baca juga: Kapan Nanik S Deyang Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN? Mensesneg: Kami Agendakan di Minggu Depan
Ratapan dan Dilema Sang Presiden
Rasa terpukul ini tidak disembunyikan oleh Prabowo Subianto. Di hadapan publik, ia secara blak-blakan mengungkapkan kesedihan mendalam atas keputusan pahit yang harus ia ambil. Momen emosional tersebut terekam saat Presiden memberikan pidato pada agenda ‘Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition’ yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). Di podium tersebut, Prabowo mengenang mereka sebagai sosok kepercayaan yang sangat ia sayangi.
“Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya verifikasi tugas untuk negara yang sangat berat,” ungkap Prabowo.
Presiden tidak menampik bahwa lingkaran pejabat yang ia copot merupakan pilar-pilar utama yang awalnya diharapkan menjadi kunci sukses program strategis nasional. Mengakhiri masa jabatan Dadan Hindayana Cs diakuinya sebagai pilihan yang penuh dilema. Namun, bagi Prabowo, integritas jalannya roda pemerintahan tidak bisa ditawar, terutama untuk program yang menyangkut hajat hidup rakyat kecil.
Di tengah situasi pelik yang menguji perasaan tersebut, Prabowo mengaku teringat petuah bijak dari sang ayah, Profesor Sumitro. Warisan pemikiran itulah yang akhirnya memantapkan nuraninya untuk meletakkan kepentingan publik di atas kedekatan personal.
“Tapi saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya 'Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat berpihaklah selalu kepada rakyatmu',” pungkasnya.
Baca juga: Daftar Dosa Dadan Hindayana Tersangka Korupsi MBG, Mark Up Harga Sepatu, TV, Motor Listrik
Kronologi Operasi Senyap di Rumah Dinas Widya Chandra
Dalam membongkar borok di tubuh BGN, Prabowo menggalang kekuatan dengan lembaga pengawas keuangan negara. Mengendus ada yang tidak beres, Presiden langsung menginstruksikan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Pemerintah (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh, serta Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, untuk turun tangan.
Kedua nakhoda lembaga intelijen keuangan dan audit ini diminta melakukan investigasi radikal terhadap seluruh arus kas dan tata kelola anggaran BGN. Perintah ini turun pasca menyaring bertubi-tubi laporan negatif dari berbagai lini mengenai situasi internal instansi tersebut.
“Waktu saya mendapat laporan-laporan itu saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil berapa pejabat lain, saya tanya 'Tolong saya mendapat laporan tentang BGN,” kenang Prabowo.
Sumber: TribunStyle.com
| Rupiah Tembus Rp18.000, Istana Buka Suara soal Isu Purbaya Mundur dan Reshuffle Kabinet: Enggak Ada! |
|
|---|
| Kapan Nanik S Deyang Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN? Mensesneg: Kami Agendakan di Minggu Depan |
|
|---|
| 'Sangat Strict, Tegas, dan Disiplin Jalankan SOP', Alasan Nanik S Deyang Dipilih Prabowo Pimpin BGN |
|
|---|
| Senyum Sony Sonjaya Tersangka Korupsi MBG, Surati Nanik S Deyang: Terima Kasih Atas Hadiah Indah |
|
|---|
| IHSG Memerah, Menkeu Purbaya: Jangan Panik, Pondasi Ekonomi Kita Masih Kokoh! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Prabowo-dan-Dadan.jpg)